11 September 2009

TEATER TRADISIONAL WAYANG KULIT

Nama Nefi fitriana
Kelas XI ipa 1
Mata pelajaran Art of Culture
Guru Ronaldo rozalino


Berikut ini sekisar tentang salah satu dari teater tradisional yaitu WAYANG KULIT.
Wayang kulit adalah salah satu seni tradisional yang berasal dari Indonesia dan seni ini merupakan contoh dari seni teater tradisional. Wayang kulit ini berkembang di Jawa dan di sebelah timur semenanjung Malaysia seperti di Kelantan dan Terengganu. Namun, saat ini juga sudah ada di daerah Riau (di daerah trans) karena di sana banyak penduduk yang berasal dari Jawa.
Wayang kulit itu dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi seorang narator dalam dialog tokoh tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden... Wayang kulit ini tidak dimainkan langsung ke depan penonton tetapi dalang memainkan wayang kulit itu di balik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Untuk dapat memahami cerita wayang(lakon), penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar.
Umumnya wayang mengambil cerita dari naskah Mahabrata dan Ramayana, tetapi tidak dibatasi hanya dengan pakem (standard) tersebut, ki dalang bisa juga memainkan lakon carangan (gubahan). Beberapa cerita diambil dari cerita Panji.
Berikut ini ada juga jenis jenis Wayang Kulit berdasarkan daerah, yaitu:
 Wayang kulit Gagrag Yogyakarta
 Wayang kulit Gagrag Surakarta
 Wayang kulit Gagrag Banyumas
 Wayang Bali
 Wayang kulit Banjar (Kalimantan Selatan)
 Wayang Palembang (Sumatera Selatan)
 Wayang Betawi (Jakarta)
 Wayang Cirebon (Jawa Barat)
 Wayang Madura (sudah punah)
 Wayang Siam
Berikut adalah Dalang Wayang Kulit yang telah mencapai puncak kejayaan dan melegenda antara lain, yaitu:
 Almarhum Ki Narto Sabdo (Semarang)
 Almarhum Ki Surono (Banjarnegara)
 Ki Timbul Hadi PrayitnoA
 Almarhum Ki Hadi Sugito (Kulonprogo, Jogjakarta)
 Ki Anom Suroto
 Ki Manteb Sudarsono
 Ki Enthus Susmono
Sedangkan Pesinden yang legendaris adalah almarhumah Nyi Tjondrolukito.

0 comments:

Posting Komentar