24 Agustus 2016

Ketua Aliansi Masyarakat Luat Pahae (AMLP) Laporkan Netizen Hina Jokowi dan Adat Batak



Kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana di pada acara puncak karnaval budaya Pesona Danau Toba, Minggu 21 Agustus 2016 di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara merupakan suatu kehormatan bagi warga Balige. Apalagi di tengah-tengah kemeriahan acara karnaval budaya tersebut pasangan Presiden dan Ibu Negara ikut memeriahkan acara dengan ikut menggunakan pakaian adat batak.

Pakaian adat batak yang dikenakan oleh Presiden Jokowi berupa Ulos Ragidup Sirara dan topi adat Batak yang biasa diberikan untuk kaum bapak, pribadi terhormat, atau para raja. Sedangkan Ibu Negara Iriana mengenakan ulos tumtuman, yakni ulos dengan motif yang sangat langka. Yang biasa digunakan oleh kaum ibu.

Melihat penampilan Presiden Joko Widodo yang menggunakan pakaian adat batak, nampaknya banyak netizen yang memberikan apresiasi kepada penampilan Presiden tersebut. Namun, disisi lain ternyata terdapat pula netizen yang mengeluarkan statement yang menjurus kepada penghinaan. Salah satunya statement yang muncul tersebut yaitu berasal dari salah seorang pengguna akun media sosial atas nama  Nunik Wulandari II dan Andi Redani Putribangsa. Kedua akun tersebut terdapat unggahan gambar serta kata-kata pada media sosial facebook yang mengandung unsur dugaan  penghinaan harkat martabat dan harga diri, yang juga dianggap mempermalukan komunitas suku batak.

Oleh sebab itu, dengan adanya dugaan penghinaan tersebut, Ketua Aliansi Masyarakat Luat Pahae (AMLP) Lamsiang Sitompul (47) warga Jalan Teratai, Lingkungan V, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia, melaporkan kasus dugaan penghinaan tersebut ke Polda Sumatera Utara. Laporan Lamsiang tersebut bahkan sudah tercatat di dalam Nomor: STTLP/1094/VII/2016/SPKT III, tanggal 23 Agustus 2016.

“Dalam laporan itu, saya laporkan kerugian moril yang dialami Komunitas Suku Batak karena merasa dipermalukan, direndahkan, dihina harkat dan martabat serta harga diri menjadi tercemar.”
“Dasar Saya melaporkan sebagai orang batak yang merasa terhina dengan hinaan yang dilakukan pelaku terhadap presiden dengan pakaian kebesaran Suku Batak” ujar Lamsiang.

Lamsiang berharap dengan adanya laporan ini, kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. 

Kasubbid Penmas Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan juga mengaku, pihaknya telah menerima laporan tersebut. Diakuinya juga, laporan kasus tersebut akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

“Laporan sudah diterima, selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan,”sebutnya.  


0 comments:

Posting Komentar