10 September 2016

Kisah Inspiratif Seorang Polisi Jujur yang Rela Menjadi Tukang Sol Sepatu

Kita semua pasti sudah tidak asing dengan kegiatan seorang polisi pada umumnya yaitu salah satunya menjaga keamanan negara. Namun terkadang kita juga justru tidak luput pernah menjumpai beberapa oknum polisi yang menyalahgunakan wewenangnya sebagai aparat negara. Penyalahgunaan wewenang tersebut bisa kita jumpai pada saat sedang penertiban lalu lintas. Karena pada saat penertiban lalu lintas, biasanya tidak sedikit pengendara yang terjerat razia akibat tidak mematuhi peraturan berkendara. Sehingga pengendara yang terkena razia tersebut diberi surat tilang oleh polisi dan harus mengikuti sidang untuk menyelesaikan kasus pelanggaran lalu litas tersebut. Namun demikian, kasus tersebut tidak hanya disitu terkadang banyak pengendara pelanggar lalu lintas yang justru memilih jalan damai kepada polisi yaitu dengan membayar langsung di lapangan, namun pembayaran langsung ini diserahkan untuk pribadi polisi bukan diberikan kepada Kas Negara. Oleh karena itu, akibat dari tindakan tersebut banyak oknum polisi yang kerap diidentikkan dengan hal-hal negatif seperti kasus tadi yaitu menerima uang damai saat tilang, razia bodong, dan pungutan liar. Sehingga mereka mencoreng nama korps karena menerima uang yang bukan semestinya.



Namun demikian, di samping banyaknya oknum polisi yang gemar menerima uang yang bukan semestinya ternyata masih ada pula sebagian oknum polisi yang sudi melakukan pekerjaan yang tidak biasa dilakukan oknum-oknum polisi mayoritas. Sebelumnya, pernah dijumpai polisi yang memiliki kerjaan sampingan sebagai pemulung sampah, kini beredar di media maya seorang polisi yang memiliki kerjaan sampingan sebagai tukang sol sepatu. Wah ini luar biasa! Polisi-polisi ini sedikit demi sedikit sudah mulai memperbaiki citra polisi yang awalnya di cap masyarakat dengan hal-hal negatif, ternyata di balik itu semua masih terdapat polisi yang jujur dan rela bekerja sebagai tukang sol sepatu di pasar. 

Aiptu Ruslan adalah nama dari si polisi jujur yang rela bekerja sebagai tukang sol sepatu di pasar saat tidak bertugas atau dinas. Demi tujuan mencari uang halal, Beliau rela bekerja menjadi tukang jahit sepatu dan sandal yang sobek dengan imbalan uang yang tidak banyak tentunya. Sehari-harinya Aiptu Ruslan menjabat sebagai Kanit Binmas Polsek Pidie di Aceh. Sudah sejak lama Beliau melakukan pekerjaan tersebut dan tidak sedikit pun merasa malu menjalani pekerjaan sampingan sebagai tukang sol sepatu untuk menambah uang belanja istri dan buat kelima orang anaknya.

Aiptu Ruslan juga menjalani profesi sampingan menjadi tukang sol sepatu untuk membiayai pengobatan orang tuanya yang telah lama sakit keras dan memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk merawatnya. Sehari-hari Beliau tetap bersemangat menjalankan tugas pokoknya sebagai Anggota Polri yang berperan sebagai Kanit Binmas Polsek Pidie dan sering melakukan penyuluhan-penyuluhan ke desa-desa.

Itulah sepenggal kisah inspiratif seorang polisi yang tidak malu untuk bekerja sampingan sebagai penjahit sol sepatu yang rusak. Semoga kita semua dapat mengambil contoh atas kelapangan hati dari seorang Aiptu Ruslan tersebut.



0 comments:

Posting Komentar