30 November 2016

MANAJEMEN PENGEMBANGAN PRODUK (By: Ir. Siswo Pranoto, MT)



http://nefifitriana.blogspot.co.id

PENDAHULUAN

Pada saat salah satu ataupun beberapa produk yang sedang dipasarkan itu berada pada tahap “kedewasaan” , maka pengusaha haruslah mulai memanfaatkan keuntungan yang diperolehnya dari produk yang berada pada tahap tersebut untuk mengembangkan ide penciptaan produk baru. Produk baru inilah yang diharapkan nantinya dapat menggantikan produk lama yang sedang jaya tersebut. 

1. Pengertian produk menurut Kotler (2002:3):

Produk memiliki pengertian yang luas yaitu segala sesuatu yang ditawarkan, dimilki, digunakan, atau dikonsumsikan sehingga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan termasuk didalamnya adalah fisik, jasa, orang, tempat, organisasi serta gagasan.

 2. Menurut Djaslim Saladin dan Yevis Marty Oesman  (2002:71):

a. Dalam pengertian sempitnya, Produk  adalah sekumpulan sifat-sifat fisik dan kimia yang berwujud yang dihimpun dalam suatu bentuk yang serupa dan yang telah dikenal.
b. Dalam pemgertian secara luas, Produk  adalah sekelompok sifat-sifat yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang didalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan, prestise pabrik, prestise pengecer dan pelayanan yang diberikan produsen dan pengecer yang dapat diterima konsumen sebagai kepuasan yang ditawarkan terhadap keinginan atau kebutuhan konsumen.
c. Secara umumnya, Produk itu diartikan secara ringkas sebagai segala sesuatu yang dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan atau keinginan manusia, baik yang berwujud maupun tidak berwujud.
Dari beberapa definisi tentang produk tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa Produk  adalah suatu bentuk barang atau jasa, yang ditawarkan dan telah dibuat sedemikian rupa untuk ditawarkan atau dijual, dimiliki, dan digunakan atau dikonsumsikan agar dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. 

Atribut – Atribut Produk

Menurut Djaslim Saladin dan Yevis Marty Oesman (2002:72), produk dapat diklasifikasikan:
  Barang tidak tahan lama (Non Durable Goods) Merupakan barang berwujud yang biasanya  dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan.
  Merupakan barang berwujud. Biasanya dikonsumsi dalam satu atau  beberapa kali penggunaan.
  Jasa (Service). Jasa bersifat tidak berwujud, tidak dapat  dipisahkan dan mudah habis.

Pengertian Dari Pengembangan Produk

 Adalah suatu usaha yang dilakukan perusahaan melalui perbaikan bentuk, penyederhanaan, pembentukan kembali, menambah desain atau model dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan konsumen atau pelanggan. 

Tujuan Dari Pengembangan Produk

Menurut Buchari Alma (2000:101) tujuan pengembangan produk adalah
1.   Untuk memenuhi keinginan konsumen yang belum puas
2.   Untuk menambah omzet penjualan
3.   Untuk memenangkan persaingan
4.   Untuk mendayagunakan sumber-sumber produksi
5.   Untuk meningkatkan keuntungan dengan pemakaian bahan yang sama
6.   Untuk mendayagunakan sisa-sisa bahan
7.   Untuk mencegah kebosanan konsumen
8.   Untuk menyederhanakan produk, pembungkus 

Tahap-Tahap Pengembangan Produk

Menurut Kotler (2002: 382) tahap-tahap pengembangan produk terbagi menjadi delapan tahap yaitu :

1. Idea Generation (Pemunculan Gagasan) 

 Tahapan ini merupakan pencarian peluang  produk baru secara terus menerus dan sistematik. 

2. Idea Screening (Penyaringan Gagasan)

Setelah perusahaan mengidentifikasi gagasan produk yang berpotensi, perusahaan harus menyaringnya.     Kekurangan, ketidakcocokan, atau gagasan yang tidak menarik lainnya harus disingkirkan dari tindakan lebih lanjut. Tujuan penyaringan adalah mengurangi banyaknya gagasan dengan mencari dan menghilangkan gagasan buruk sedini mungkin

3. Concept Development and Testing (Pengembangan dan Pengujian Konsep)

 Menguji konsep adalah menyajikan konsep produk kepada consumer dan mencoba mengukur sikap dan ketertarikan konsumer atas konsep awal pengembangan produk tersebut. Pengujian konsep merupakan cara yang cepat dan tidak mahal untuk mengukur minat konsumer.  

4. Marketing Strategy Development (Pengembangan Strategi Pemasaran)

   Terdiri dari tiga bagian untuk memperkenalkan produk ke pasar.   
1. Menjelaskan ukuran, struktur, dan tingkah laku pasar sasaran, penempatan produk yang telah direncanakan, penjualan, bagian pasar, serta sasaran keuntungan yang hendak dicari pada beberapa tahun pertama.
2. Menguraikan harga produk yang direncanakan, strategi distribusi, dan biaya pemasaran selama tahun pertama.
3. Menjelaskan penjualan jangka panjang yang direncanakan, serta sasaran keuntungan dan strategi bauran pemasaran selama ini.

 5. Business Analysis (Analisis Bisnis)     

Analisis Bisnis dan finansial dilakukan untuk menguji kelayakan finasial dan bisnis dari konsep Pengembangan produk baru. Disini dilakukan analisa terhadap sejumlah aspek,  seperti proyeksi permintaan pasar,perkiraan biaya produksi dan peta persaingan.

6. Product Development (Pengembangan Produk)

  Pengembangan produk mengkonversi ide produk baru menjadi bentuk fisik dan sekaligus mengidentifikasi pola strategi pemasaran yang akan diterapkan.
  Fase ini mencakup konstruksi produk, packaging, pemilihan brand, brand positioing, dan usage testing. 

7. Test Marketing (Pengujian Pasar)

  Tujuannya adalah untuk mengevaluasi kinerja produk dan efektivitas program pemasaran secara terbatas sebelum a full-scale introduction. Melalui ujipemasaran ini, perusahaan dapat melakukan observasi perilaku pelanggan secara aktual. Perusahaan juga dapat melihat reaksi yang dilakukan pesaing, dan juga respon dari para distribution channel members.

8. Commercialization (Komersialisasi)

  Setelah pengujian selesai, perusahaan siap untuk mengenalkan produknya ke pasar yang ditargetkan secara full scale. Sejumlah aspek yang perlu dicermati dalam tahap commercialization adalah kecepatan penerimaan konsumen dan para distributor, intensitas distribusi (berapa banyak toko penyalur), kemampuan produksi, serta efektivitas promosi, strategi harga, dan reaksi persaingan. 

 Selain hal – hal diatas, point penting lainnya adalah :

Diferensiasi menjadi suatu strategi yang baik. Adanya diferensiasi menjadikan suatu produk memilki identitas yang khas dan unik. Terkadang pula, perilaku konsumen yang sangat sensitif terhadap sesuatu yang baru dan beda, menjadikan suatu produk yang memiliki diferensiasi dengan produk pesaingnya sangat dicari konsumen.

Faktor  yang menghalangi pengembangan produk baru adalah :

  1.   Kelangkaan ide penting pada wilayah tertentu
  2.   Pasar yang terfragmentasi
  3.   Batasan sosial dan pemerintah
  4.   Biaya pengembangan
  5.   Kelangkaan modal
  6.   Waktu pengembangan yang dibutuhkan relatif pendek.


Hal yang harus diperhatikan pula dalam pengenalan awal suatu produk baru :
Adalah penentuan strategi harga produk tersebut. Dimana strategi harga ini diperlukan untuk meminimalisir resiko produk tersebut ditolak pasar, karena terlalu mahal atau bahkan terlalu murah.
   Dua cara bagaimana menentukan harga dari produk baru : 



      1. Penentuan harga mengambil sebagian pasar

 Strategi ini pernah diterapkan oleh Intel ketika meluncurkan chip komputer terbaru. Mereka    meluncurkan chip tersebut ke pasaran dengan harga  $1000 per keping. Tentu saja harga ini hanya bisa dijangkau oleh segmen pasar kelas atas saja. Ketika siklus produk mulai mengalami penurunan, akibat banyaknya pesaing serupa yang masuk dan penjualan mulai melemah. Intel menurunkan harga chip menjadi $200 per keping. Sehingga chip tersebut menjadi prosesor masal paling laris di pasaran.

2. Penetapan Harga Penetrasi Pasar

Selain menetapkan harga yang tinggi untuk mengambil sebagian segmen pasar. Sebagian perusahan justru menggunakan harga penetrasi pasar. Dimana mereka memberikan harga yang relatif murah, sehingga penjualan produkpun meningkat. Tujuannya adalah agar perusahaan bisa menembus pasar secara cepat dan menarik banyak pembeli. 





0 comments:

Posting Komentar