PENDAHULUAN
Pada saat salah satu ataupun
beberapa produk yang sedang dipasarkan itu berada pada tahap “kedewasaan” ,
maka pengusaha haruslah mulai memanfaatkan keuntungan yang diperolehnya dari
produk yang berada pada tahap tersebut untuk mengembangkan ide penciptaan produk
baru. Produk baru inilah yang diharapkan nantinya dapat menggantikan produk
lama yang sedang jaya tersebut.
1. Pengertian produk menurut Kotler (2002:3):
Produk memiliki pengertian yang
luas yaitu segala sesuatu yang ditawarkan, dimilki, digunakan, atau
dikonsumsikan sehingga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan termasuk
didalamnya adalah fisik, jasa, orang, tempat, organisasi serta gagasan.
2. Menurut Djaslim Saladin dan
Yevis Marty Oesman (2002:71):
a. Dalam pengertian sempitnya, Produk
adalah sekumpulan sifat-sifat fisik dan kimia yang berwujud yang
dihimpun dalam suatu bentuk yang serupa dan yang telah dikenal.
b. Dalam pemgertian secara luas, Produk adalah sekelompok sifat-sifat yang berwujud
(tangible) dan tidak berwujud (intangible)
yang didalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan, prestise pabrik, prestise
pengecer dan pelayanan yang diberikan produsen dan pengecer yang dapat diterima
konsumen sebagai kepuasan yang ditawarkan terhadap keinginan atau kebutuhan
konsumen.
c. Secara umumnya, Produk itu
diartikan secara ringkas sebagai segala
sesuatu yang dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan atau keinginan manusia,
baik yang berwujud maupun tidak berwujud.
Dari beberapa definisi tentang produk
tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa Produk adalah suatu bentuk
barang atau jasa, yang ditawarkan dan telah dibuat sedemikian rupa untuk
ditawarkan atau dijual, dimiliki, dan digunakan atau dikonsumsikan agar dapat
memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Atribut – Atribut Produk
Menurut Djaslim Saladin dan Yevis
Marty Oesman (2002:72), produk dapat diklasifikasikan:
Barang
tidak tahan lama (Non Durable
Goods) Merupakan barang berwujud
yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau
beberapa kali penggunaan.
Merupakan
barang berwujud. Biasanya
dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali
penggunaan.
Jasa
(Service). Jasa bersifat
tidak berwujud, tidak dapat dipisahkan
dan mudah habis.
Pengertian Dari Pengembangan
Produk
Adalah suatu usaha yang dilakukan perusahaan
melalui perbaikan bentuk, penyederhanaan, pembentukan kembali, menambah desain
atau model dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan konsumen atau
pelanggan.
Tujuan Dari Pengembangan
Produk
Menurut
Buchari Alma (2000:101) tujuan pengembangan produk
adalah
1. Untuk memenuhi keinginan konsumen
yang belum puas
2. Untuk menambah omzet penjualan
3. Untuk memenangkan persaingan
4. Untuk mendayagunakan
sumber-sumber produksi
5. Untuk meningkatkan keuntungan dengan
pemakaian bahan yang sama
6. Untuk mendayagunakan sisa-sisa
bahan
7. Untuk mencegah kebosanan
konsumen
8. Untuk
menyederhanakan produk, pembungkus
Tahap-Tahap Pengembangan
Produk
Menurut Kotler (2002: 382)
tahap-tahap pengembangan produk
terbagi menjadi delapan tahap yaitu :
1. Idea Generation
(Pemunculan Gagasan)
Tahapan ini merupakan pencarian peluang produk baru secara terus menerus dan sistematik.
2. Idea Screening
(Penyaringan Gagasan)
Setelah perusahaan
mengidentifikasi gagasan produk yang berpotensi, perusahaan harus
menyaringnya. Kekurangan, ketidakcocokan, atau gagasan
yang tidak menarik lainnya harus disingkirkan dari tindakan lebih lanjut. Tujuan
penyaringan adalah mengurangi banyaknya gagasan dengan mencari dan menghilangkan
gagasan buruk sedini mungkin
3. Concept Development and
Testing (Pengembangan dan Pengujian Konsep)
Menguji konsep adalah menyajikan konsep produk
kepada consumer dan mencoba mengukur
sikap dan ketertarikan konsumer atas konsep awal pengembangan produk tersebut.
Pengujian konsep merupakan cara yang cepat dan tidak mahal untuk mengukur minat
konsumer.
4. Marketing Strategy Development
(Pengembangan Strategi Pemasaran)
Terdiri dari tiga bagian untuk memperkenalkan produk ke pasar.
1. Menjelaskan ukuran, struktur,
dan tingkah laku pasar sasaran, penempatan produk yang telah direncanakan, penjualan,
bagian pasar, serta sasaran keuntungan yang hendak dicari pada beberapa tahun pertama.
2. Menguraikan harga produk yang
direncanakan, strategi distribusi, dan biaya pemasaran selama tahun pertama.
3. Menjelaskan penjualan jangka
panjang yang direncanakan, serta sasaran keuntungan dan strategi bauran
pemasaran selama ini.
5. Business Analysis (Analisis Bisnis)
Analisis Bisnis dan finansial
dilakukan untuk menguji kelayakan
finasial dan bisnis dari konsep Pengembangan produk baru. Disini dilakukan analisa terhadap sejumlah
aspek, seperti proyeksi permintaan
pasar,perkiraan biaya produksi dan peta persaingan.
6. Product Development
(Pengembangan Produk)
Pengembangan
produk mengkonversi ide produk baru menjadi bentuk fisik dan sekaligus
mengidentifikasi pola strategi pemasaran yang akan diterapkan.
Fase
ini mencakup konstruksi produk, packaging, pemilihan brand, brand positioing,
dan usage testing.
7. Test Marketing (Pengujian
Pasar)
Tujuannya
adalah untuk mengevaluasi kinerja produk dan efektivitas program pemasaran
secara terbatas sebelum a full-scale introduction. Melalui ujipemasaran ini,
perusahaan dapat melakukan observasi perilaku pelanggan secara aktual.
Perusahaan juga dapat melihat reaksi yang dilakukan pesaing, dan juga respon
dari para distribution channel members.
8. Commercialization (Komersialisasi)
Setelah
pengujian selesai, perusahaan siap untuk mengenalkan produknya ke pasar yang
ditargetkan secara full scale. Sejumlah aspek yang perlu dicermati dalam tahap
commercialization adalah kecepatan penerimaan konsumen dan para distributor,
intensitas distribusi (berapa banyak toko penyalur), kemampuan produksi, serta
efektivitas promosi, strategi harga, dan reaksi persaingan.
Selain hal – hal diatas, point penting lainnya
adalah :
Diferensiasi menjadi suatu
strategi yang baik. Adanya diferensiasi menjadikan suatu produk memilki
identitas yang khas dan unik. Terkadang pula, perilaku konsumen yang sangat
sensitif terhadap sesuatu yang baru dan beda, menjadikan suatu produk yang
memiliki diferensiasi dengan produk pesaingnya sangat dicari konsumen.
Faktor yang menghalangi pengembangan produk baru
adalah :
- Kelangkaan ide penting pada wilayah tertentu
- Pasar yang terfragmentasi
- Batasan sosial dan pemerintah
- Biaya pengembangan
- Kelangkaan modal
- Waktu pengembangan yang dibutuhkan relatif pendek.
Hal yang harus diperhatikan pula
dalam pengenalan awal suatu produk baru :
Adalah penentuan strategi harga
produk tersebut. Dimana strategi harga ini diperlukan untuk meminimalisir
resiko produk tersebut ditolak pasar, karena terlalu mahal atau bahkan terlalu
murah.
Dua cara bagaimana menentukan harga dari produk baru :
1. Penentuan harga mengambil sebagian pasar
Strategi ini pernah diterapkan oleh Intel
ketika meluncurkan chip komputer
terbaru. Mereka meluncurkan chip
tersebut ke pasaran dengan harga $1000
per keping. Tentu saja harga ini hanya bisa dijangkau oleh segmen pasar kelas atas
saja. Ketika siklus produk mulai mengalami penurunan, akibat banyaknya pesaing
serupa yang masuk dan penjualan mulai melemah. Intel menurunkan harga chip menjadi $200 per keping. Sehingga
chip tersebut menjadi prosesor masal paling laris di pasaran.
2. Penetapan Harga Penetrasi
Pasar
Selain menetapkan harga yang
tinggi untuk mengambil sebagian segmen pasar. Sebagian perusahan justru
menggunakan harga penetrasi pasar. Dimana mereka memberikan harga yang relatif
murah, sehingga penjualan produkpun meningkat. Tujuannya adalah agar perusahaan
bisa menembus pasar secara cepat dan menarik banyak pembeli.







0 comments:
Posting Komentar