Seiring dengan akan diselenggarakannya Pilkada
DKI Jakarta, nampaknya bukan hanya menjadi perbincangan masyarakat lokal di
Jakarta saja. Hampir seluruh warga di Indonesia juga ikut heboh dalam
membicarakan siapa calon yang pantas untuk memimpin Ibu Kota di periode yang
akan datang. Sejauh ini, isu dan berita yang berkembang di tengah akan
diselenggarakannya Pilkada DKI, sudah muncul nama calon yang nantinya mungkin
akan menggantikan posisi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sandiaga
Uno adalah salah satu nama calon kandidat yang akan maju pada pilkada DKI nanti
atas usungan dari Partai Gerindra yang akan melawan Ahok.
Ahok yang awalnya maju dengan jalur
independent dan telah berhasil mengumpulkan satu juta KTP melalui Teman Ahok,
kini telah berpindah ke jalur partai. Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai
Nasdem adalah tiga partai yang mengusung Ahok untuk kembali maju dalam Pilkada
DKI Jakarta 2017 mendatang. Namun demikian, langkah yang dilakukan Ahok dengan
berpindah ke jalur partai seakan menuai banyak kontroversi di kalangan warga
DKI terlebih bagi warga DKI yang ikut berpartisipasi dalam mengumpulkan KTP
pendukung Ahok. Hingga banyak beredar pernyataan-pernyataan netizen yang menganggap
Ahok sebagai pengkhianat Teman Ahok. Bahkan tidak sedikit pula meme yang
beredar di dunia maya yang menjelaskan tentang pernyataan kepada Ahok untuk
mengembalikan KTP warga DKI yang sudah dikumpulkan untuk mendukung Ahok. Disisi
lain, juga masih banyak pendukung Ahok yang tidak peduli dengan jalur apa saja
yang dipilih Ahok untuk maju ke Pilkada DKI 2017 yang terpenting adalah
bagaimana kepemimpinan Ahok jika terpilih lagi nantinya.
Fenomena Pilgub DKI tidak hanya sampai
disini, tak kalah hebohnya terkait pilkada DKI ini keluar pula nama Walikota
Surabaya Tri Rismaharini. Walikota Surabaya atau yang biasa dipanggil Ibu Risma ini juga telah mencuri sebagian hati
warga Jakarta sehingga warga Jakarta berharap Ibu Risma ikut maju dan
memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017 nanti. Gaya kepemimpinan Walikota Surabaya
ini memang sudah tidak diragukan lagi. Semenjak kemunculannya di televisi yang
dengan tegas dan keras memarahi salah satu perusahaan swasta yang pernah
mengadakan acara di Taman Kota Surabaya karena telah membuat kerusakan tanaman
di Taman Kota tersebut, Ibu Risma ini dipandang sebagai pemimpin yang
benar-benar tegas dalam menjalankan kepemimpinannya. Seakan tidak takut dengan
siapapun selagi yang dilakukannya itu benar, padahal sosok Walikota Surabaya
ini adalah seorang wanita yang justru biasanya dipandang sebagai manusia yang
lemah, tapi tidak dengan pemimpin yang satu ini. Tidak hanya itu, Ibu Risma
juga merupakan pemimpin yang dekat dengan masyarakatnya. Terbukti dengan sering
dilaksanakannya blusukan ke tempat-tempat yang mungkin tidak pernah dijangkau
oleh pemimpin-pemimpin lainnya. Sehingga banyak warga yang merasa sangat dekat dengan
Walikota satu ini sehingga mudah untuk menyampaikan keluhan ataupun aspirasi. Oleh
karena itu, sebagian warga DKI menanggagap Ibu Risma pantas memimpin Ibu Kota
Jakarta.
Meskipun
demikian, bukan hal yang mudah bagi Ibu Risma untuk meninggalkan Surabaya dan
maju ke Pilkada DKI Jakarta, walaupun sebenarnya akan banyak partai yang juga
ikut mendukung Ibu Risma maju ke Pilkada tersebut. Karena sebagian besar warga
Surabaya tidak rela jika Ibu Risma sampai hati meninggalkan Surabaya. Dan sudah
banyak pula Gerakan-gerakan yang dilakukan warga Surabaya guna menolak Ibu
Risma untuk tidak meninggalkan Surabaya.
Berdasarkan
beberapa fenomena yang terjadi terkait Pilkada DKI Jakarta ini, saya sebagai
salah satu lulusan Sarjana Ilmu Politik Universitas Riau, berargumen bahwa
sosok pemimpin seperti Gubernur Tjahja Purnama (Ahok) dan Tri Rismaharini ini
seharusnya bukan untuk diadu atau disingkirkan satu sama lain. Karena terlepas
dari kontroversi kepemimpinannya Ahok selama menjadi Gubernur DKI, Ahok juga
sudah banyak membuat perubahan di Jakarta. Memang perubahan yang dilakukan oleh
Mantan Bupati Belitung Timur ini banyak menuai ketegangan di kalangan warga DKI
namun realitanya menghasilkan Kota Jakarta yang lebih baik meskipun belum
seluruhnya seperti pembenahan aliran Sungai dan Pengelolaan tanah pemukiman.
Bayangkan jika Walikota Surabaya maju melawan Ahok di ring Pilkada DKI Jakarta
2017 mendatang, kedua sosok pemimpin ini akan beradu memperebutkan kursi
Gubernur DKI Jakarta dan nantinya salah satu dari mereka pasti akan ada yang
tidak memimpin lagi di daerah mereka. Hal ini justru akan membuat Indonesia
seakan kehilangan pemimpin yang tegas dan tidak takut walaupun di bawah tekanan.
Kita contohkan saja jika Ibu Risma bersedia maju di Pilgub DKI, tentu Beliau akan memundurkan diri dari jabatannya sebagai Walikota Surabaya kemudian akan mengecewakan warga Kota Surabaya. Sesampainya di Pilkada DKI Jakarta ternyata Ibu Risma justru tidak terpilih sebagai Gubernur DKI, maka hal ini tentu akan menjadi berita duka bagi pendukung Ibu Risma yang ada di seluruh Indonesia karena secara otomatis Ibu Risma sudah tidak menjabat sebagai pemimpin kembali. Oleh sebab itu, bukan sepantasnya Gubernur Tjahja Purnama (Ahok) dan Tri Rismaharini ini diadu melainkan harus disebarluaskan dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Kita contohkan saja jika Ibu Risma bersedia maju di Pilgub DKI, tentu Beliau akan memundurkan diri dari jabatannya sebagai Walikota Surabaya kemudian akan mengecewakan warga Kota Surabaya. Sesampainya di Pilkada DKI Jakarta ternyata Ibu Risma justru tidak terpilih sebagai Gubernur DKI, maka hal ini tentu akan menjadi berita duka bagi pendukung Ibu Risma yang ada di seluruh Indonesia karena secara otomatis Ibu Risma sudah tidak menjabat sebagai pemimpin kembali. Oleh sebab itu, bukan sepantasnya Gubernur Tjahja Purnama (Ahok) dan Tri Rismaharini ini diadu melainkan harus disebarluaskan dan merata di seluruh wilayah Indonesia.







0 comments:
Posting Komentar