Wacana yang sedang digadang-gadang oleh pengganti Anis
Baswedan yaitu Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(Mendikbud) berupa sistem belajar mengajar Full
Day School nampaknya sudah menjadi pembicaraan bagi khalayak umum maupun
para netizen. Pasalnya, sistem belajar mengajar Full Day School yang digagas oleh Mendikbud ini menuai banyak
kontroversi bagi masyarakat umum khususnya masyarakat yang memiliki anggota
keluarga yang masih duduk di bangku sekolah.
Mendikbud Muhadjir Effendy ingin melaksanakan penerapan
konsep Full Day School ini karena
agar siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendapat
pendidikan karakter dan pengetahuan umum di sekolah. Hal ini merujuk atas
arahan Presiden Joko Widodo yang ingin memastikan untuk memperkuat pendidikan
karakter peserta didik menjadi rujukan dalam menentukan sistem belajar mengajar
di sekolah.
Oleh karena itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan wacana “Full Day School” ini bukanlah berarti belajar sehari penuh tetapi
memastikan peserta didik mengikuti penananaman pendidikan karakter.
“Full Day School
ini tidak berarti peserta didik belajar seharian penuh di sekolah, tetapi
memastikan bahwa peserta didik dapat mengikuti kegiatan-kegiatan penanaman
pendidikan karakter, seperti mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Saat ini
sistem belajar tersebut masih dalam pengkajian lebih mendalam” ujar Mendikbud
di Jakarta, Selasa.
Konsep Full Day
School, diterapkan dengan proses pembelajaran formal setengah hari,
kemudian di jam berikutnya dapat diisi dengan ekstrakurikuler. Dengan Full Day School siswa juga akan libur
pada hari Sabtu dan Minggu sehingga mereka dapat menhabiskan waktu bersama
keluarga. Selin itu, para orang tua setelah pulang kerja dapat menjemput buah
hati mereka di sekolah. Sehinga orang tua akan merasa aman karena anak-anak
mereka tetap berada di bawah bimbingan guru selama mereka di tempat kerja. Dengan
demikian peserta didik dapat terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif dan
kontra produktif, seperti enyalahgunaan narkoba, tawuran, dan sebagainya.
Namun demikian, di samping banyak manfaat yang dapat
diambil dari wacana penerapan konsep Full
Day School ini, bukan sedikit pula masyarakat yang menolak akan perencanaan
tersebut. Karena sebagian orang tua siswa menilai konsep yang akan diterapkan
oleh Mendikbud ini dinilai akan menjadi beban bagi para siswa dan juga dapat
mengurangi waktu bersosialisasi di rumah dengan lingkungan dan keluarga.







0 comments:
Posting Komentar