21 September 2016

Hal-Hal yang Perlu Dihindari Dalam Menggunakan Media Sosial (Medsos)



Media Sosial bukanlah hal yang asing bagi manusia pada zaman sekarang ini. Dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang membuat pengguna media sosial semakin mudah untuk mengaksesnya. Apalagi didukung dengan penawaran paket data yang disediakan oleh operator penyedia jaringan dan layanan data maupun alat-alat lain yang berhubungan dengan jaringan.

Seiring dengan kemajuan teknologi ini, juga membuat pengguna internet khusunya Media Sosial bukan hanya dari kalangan dewasa, bahkan usia anak-anak dan remaja juga sudah banyak yang ikut menggunakan media sosial. Sehingga bukan hal yang tidak mungkin jika media sosial bisa menjadi media yang memberikan dampak baik maupun dampak buruk bagi penggunanya apalagi bagi pengguna yang kurang cerdas dalam menggunakan media sosial tersebut. Oleh karena itu, untuk menghindari kerugian yang bisa dialami oleh pengguna media sosial, akan lebih baik jika pengguna harus memperhatikan dan menghindari beberapa hal di bawah ini:

Memosting Status Tentang Keberadaan Kita

Perlu diperhatikan bahwa memosting status mengenai keberadaan kita bukanlah hal yang tepat untuk dipublikasikan. Hal ini karena dapat menyebabkan kerugian bagi si pemilik akun yang memosting status keberadaannya tersebut. Karena dengan memberitahukan keberadaan kita, akan membuat seseorang yang memiliki niat jahat kepada kita dengan mudah melacak keberadaan kita dan tentunya akan mempermudah penjahat tersebut untuk bertindak jahat terhadap kita. Oleh sebab itu, hindari meng’share’ atau mempublikasikan keberadaan kita.

Memosting Status “Stay Alone at Home” atau Sendirian Di Rumah

Memang benar memosting status “Stay Alone at Home” atau sendirian di rumah terkesan hal yang mungkin biasa-bisa saja dan tidak berdampak buruk. Tapi, perlu diketahui dengan kita memosting status sendirian di rumah, kembali lagi pada poin pertama, itu akan mempermudah sesorang yang memiliki niat buruk kepada kita untuk berbuat hal-hal yang dapat merugikan kita. Contohnya saja apabila ada perampok yang ingin merampok rumah kita dan mereka membaca postingan status kita tentu mereka menjadi tahu bahwa kita sedang sendirian di rumah dan kemudian perampok tersebut akan mengatur strategi perampokan di rumah yang sedang kita tinggali sendiri. Selain itu, mempublikasikan status sendirian di rumah bagi kaum perempuan juga dapat mengakibatkan dampak buruk lainnya seperti mengundang kasus pelecehan atau pemerkosaan atau bahkan penculikan. Jadi hindarilah membuat status sendirian di rumah di dalam media sosial.

Mengunggah Foto Sensual

Yah, ini memang sebuah bentuk larangan yang sangat berdampak buruk bagi pengguna. Perlu dipahami, media sosial merupakan tempat yang sangat bebas dan luas cakupannya. Oleh sebab itu, bisa kita bayangkan jika ketika kita mengunggah sesuatu tentu akan dibaca atau dilihat oleh seluruh pengguna media sosial yang menjadi teman kita. Tidak terkecuali bila kita berani mengunggah foto sensual kita sendiri maupun bersama pasangan. Bukan sedikit orang saja yang dapat melihat gambar unggahan kita itu, melainkan khalayak ramai yang mungkin juga tidak kita kenal dapat melihat foto tersebut. Bahkan bukan hal yang tidak mungkin juga bila foto sensual yang kita unggah tersebut akan disalahgunakan oleh orang lain yang berniat buruk terhadap kita kemudian disebarluaskan atau dishare kembali oleh si punya niat jahat tersebut ke media-media sosial lainnya. Membayangkan hal ini, apakah kita tega melihat foto kita disalahgunakan oleh orang lain. Oleh sebab itu, jangan lah sekali-kali berani mengunggah foto yang berbau sensual.

Memosting Sesuatu yang Berhubungan Dengan SARA

Perlu dipastikan bahwa apabila kita mengunggah gambar atau memosting tulisan jangan membuat/menulis hal-hal yang dapat menyiggung suku, ras, dan agama. Karena selain sensitif, hal ini juga dapat mengundang perdebatan bahkan peperangan yang tentunya akan merugikan banyak pihak. Sehingga kejadian ini dapat dijadikan kasus yang dapat diangkat ke meja hijau. Maka berhati-hatilah dalam menggunakan kata jangan sampai menyinggung hal-hal yang berhubungan dengan SARA.

Menyindir Seseorang dan Menggunakan Bahasa Kasar

Media Sosial sebenarnya dapat menguntungkan maupun merugikan tergantung siapa dan bagaimana menggunakannya. Apabila kita menggunakan media sosial untuk menyindir seseorang jangan sampai malah justru merugikan diri kita sendiri karena hal tersebut malah justru membuat pengguna media sosial lain yang membaca status sindiran kita menjadi ilfeel atau berperasangka buruk terhadap kita. Apalagi jika kita sering menggunkan bahasa yang kasar di media sosial, bisa-bisa akun kita justru akan dihapus pertemanannya oleh pengguna lain karena bahasa kita yang tidak menyenangkan dan dapat menyinggung pengguna lain. Jadi, hendaklah berbahasa yang baik dan sopan serta crmatlah dalam memilih kata-kata untuk dipublikasikan di media sosial.

Mengunggah Status “Drama Queen” atau Curhatan Pribadi yang Berlebihan

Memang media sosial juga merupakan salah satu media yang bebas untuk kita berekspresi maupun mencurahkan isi hati. Tapi, perlu diketahui tidak semua orang menyukai drama queen atau curhatan pribadi kita. Oleh sebab itu, hindarilah curhatan galau yang tidak jelas di jejaring sosial kia. Selain memperlihatkan sikap ketidakdewasaan kita, postingan kita itu juga dapat memenuhi timeline orang lain. Sehingga ini justru membuat teman-teman kita menjadi malas berteman di sosial media dengan kita karena drama queen tersebut.

Mengunggah Foto Bayi, Balita, Maupun Anak-anak

Pernah mendengar kasus perdagangan bayi di instagram yang dialami oleh anak pasangan Ruben Onsu dan Sarwenda bukan? Yah, kasus ini dapat terjadi karena saat ini memang sangat marak orang-orang yang mengunggah foto anak-anaknya yang masih di bawah umur tidak terkecuali artis-artis. Bahkan saat ini, justru orang tua dengan sengaja membuat akun pribadi untuk anak-anaknya yang masih di bawah umur dan bahkan baru lahir. Memang pada awalnya kita hanya berniat ingin menggunggah foto anak-anak kita yang terlihat sangat menggemaskan, namun hal ini justru membuat peluang bagi predator anak atau penjahat anak untuk mengambil foto tersebut sebagai model katalog penjualan bayi yang diedarkan pada media sosial. Sehingga ini akan memberikan dampak yang sangat buruk bagi si anak atau bayi yang ada di foto unggahan tersebut. Oleh sebab itu, bagi yang baru mengetahui hal ini sebaiknya mulai dari sekarang kita harus mengurangi kebiasaan mengunggah foto-foto bayi.

Mempublikasikan Identitas Secara Mendetail

Sebenarnya, mempublikasikan identitas kita di media sosial memang sah-sah saja. Namun belakangan ini, telah beredar kasus pencurian identitas untuk disalahgunakan oleh oknum-oknum penjahat. Oleh sebab itu, untuk menghindari hal tersebut alangkah baiknya kita jangan terlalu mempublikasikan hal-hal yang sangat mendetail tentang diri kita terlebih tentang identitas asli kita apalagi sampai mengunggah sidik jari atau identitas-identitas lain yang sifatnya sangat privat.

Memosting Foto Pribadi Teman Tanpa Seizinnya

Mempublikasikan sesuatu yang bukan hak itu merupakan perbuatan yang bisa mengakibatkan hal buruk untuk kita. Apalagi bila yang kita publikasikan itu mengandung aib teman kita. Karena tidak semua teman atau orang suka mempublikasikan foto diri mereka. Oleh karena itu, sebaiknya sebelum kita mengunggah foto atau mempublikasikan sesuatu tentang orang lain harap untuk meminta izin terhadap teman atau orang yang bersangkutan agar terhindar dari prasangka buruk.

Demikianlah beberapa hal yang perlu dihindari dalam menggunakan media sosial. Jadilah pengguna media sosial yang cerdas dan bijak dalam mempertimbangkan segala sesuatu atau dampak baik/buruk yang memungkinkan akan diterima saat mempublikasikan status atau gambar. Media sosial sesungguhnya dapat memberikan keuntungan yang banyak untuk si pengguna yang penting tergantung bagaimana pengguna tersebut mengelolanya.




0 comments:

Posting Komentar