Media Sosial bukanlah hal yang asing bagi manusia pada zaman sekarang ini.
Dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang membuat pengguna media sosial
semakin mudah untuk mengaksesnya. Apalagi didukung dengan penawaran paket data
yang disediakan oleh operator penyedia jaringan dan layanan data maupun
alat-alat lain yang berhubungan dengan jaringan.
Seiring dengan kemajuan teknologi ini, juga membuat pengguna internet
khusunya Media Sosial bukan hanya dari kalangan dewasa, bahkan usia anak-anak
dan remaja juga sudah banyak yang ikut menggunakan media sosial. Sehingga bukan
hal yang tidak mungkin jika media sosial bisa menjadi media yang memberikan
dampak baik maupun dampak buruk bagi penggunanya apalagi bagi pengguna yang kurang
cerdas dalam menggunakan media sosial tersebut. Oleh karena itu, untuk
menghindari kerugian yang bisa dialami oleh pengguna media sosial, akan lebih
baik jika pengguna harus memperhatikan dan menghindari beberapa hal di bawah
ini:
Memosting Status Tentang
Keberadaan Kita
Perlu diperhatikan bahwa memosting status mengenai keberadaan kita bukanlah
hal yang tepat untuk dipublikasikan. Hal ini karena dapat menyebabkan kerugian
bagi si pemilik akun yang memosting status keberadaannya tersebut. Karena
dengan memberitahukan keberadaan kita, akan membuat seseorang yang memiliki niat
jahat kepada kita dengan mudah melacak keberadaan kita dan tentunya akan
mempermudah penjahat tersebut untuk bertindak jahat terhadap kita. Oleh sebab
itu, hindari meng’share’ atau mempublikasikan keberadaan kita.
Memosting Status “Stay Alone at Home” atau Sendirian Di
Rumah
Memang benar memosting status “Stay Alone
at Home” atau sendirian di rumah terkesan hal yang mungkin biasa-bisa saja
dan tidak berdampak buruk. Tapi, perlu diketahui dengan kita memosting status
sendirian di rumah, kembali lagi pada poin pertama, itu akan mempermudah
sesorang yang memiliki niat buruk kepada kita untuk berbuat hal-hal yang dapat
merugikan kita. Contohnya saja apabila ada perampok yang ingin merampok rumah
kita dan mereka membaca postingan status kita tentu mereka menjadi tahu bahwa
kita sedang sendirian di rumah dan kemudian perampok tersebut akan mengatur
strategi perampokan di rumah yang sedang kita tinggali sendiri. Selain itu,
mempublikasikan status sendirian di rumah bagi kaum perempuan juga dapat
mengakibatkan dampak buruk lainnya seperti mengundang kasus pelecehan atau
pemerkosaan atau bahkan penculikan. Jadi hindarilah membuat status sendirian di
rumah di dalam media sosial.
Mengunggah Foto Sensual
Yah, ini memang sebuah bentuk larangan yang sangat berdampak buruk bagi
pengguna. Perlu dipahami, media sosial merupakan tempat yang sangat bebas dan
luas cakupannya. Oleh sebab itu, bisa kita bayangkan jika ketika kita
mengunggah sesuatu tentu akan dibaca atau dilihat oleh seluruh pengguna media
sosial yang menjadi teman kita. Tidak terkecuali bila kita berani mengunggah
foto sensual kita sendiri maupun bersama pasangan. Bukan sedikit orang saja
yang dapat melihat gambar unggahan kita itu, melainkan khalayak ramai yang
mungkin juga tidak kita kenal dapat melihat foto tersebut. Bahkan bukan hal
yang tidak mungkin juga bila foto sensual yang kita unggah tersebut akan
disalahgunakan oleh orang lain yang berniat buruk terhadap kita kemudian
disebarluaskan atau dishare kembali oleh si punya niat jahat tersebut ke
media-media sosial lainnya. Membayangkan hal ini, apakah kita tega melihat foto
kita disalahgunakan oleh orang lain. Oleh sebab itu, jangan lah sekali-kali
berani mengunggah foto yang berbau sensual.
Memosting Sesuatu yang
Berhubungan Dengan SARA
Perlu dipastikan bahwa apabila kita mengunggah gambar atau memosting
tulisan jangan membuat/menulis hal-hal yang dapat menyiggung suku, ras, dan
agama. Karena selain sensitif, hal ini juga dapat mengundang perdebatan bahkan
peperangan yang tentunya akan merugikan banyak pihak. Sehingga kejadian ini
dapat dijadikan kasus yang dapat diangkat ke meja hijau. Maka berhati-hatilah
dalam menggunakan kata jangan sampai menyinggung hal-hal yang berhubungan
dengan SARA.
Menyindir Seseorang dan
Menggunakan Bahasa Kasar
Media Sosial sebenarnya dapat menguntungkan maupun merugikan tergantung
siapa dan bagaimana menggunakannya. Apabila kita menggunakan media sosial untuk
menyindir seseorang jangan sampai malah justru merugikan diri kita sendiri
karena hal tersebut malah justru membuat pengguna media sosial lain yang
membaca status sindiran kita menjadi ilfeel atau berperasangka buruk terhadap
kita. Apalagi jika kita sering menggunkan bahasa yang kasar di media sosial,
bisa-bisa akun kita justru akan dihapus pertemanannya oleh pengguna lain karena
bahasa kita yang tidak menyenangkan dan dapat menyinggung pengguna lain. Jadi,
hendaklah berbahasa yang baik dan sopan serta crmatlah dalam memilih kata-kata untuk
dipublikasikan di media sosial.
Mengunggah Status “Drama Queen” atau Curhatan Pribadi yang Berlebihan
Memang media sosial juga merupakan salah satu media yang bebas untuk kita
berekspresi maupun mencurahkan isi hati. Tapi, perlu diketahui tidak semua
orang menyukai drama queen atau curhatan pribadi kita. Oleh sebab itu,
hindarilah curhatan galau yang tidak jelas di jejaring sosial kia. Selain
memperlihatkan sikap ketidakdewasaan kita, postingan kita itu juga dapat memenuhi
timeline orang lain. Sehingga ini
justru membuat teman-teman kita menjadi malas berteman di sosial media dengan
kita karena drama queen tersebut.
Mengunggah Foto Bayi,
Balita, Maupun Anak-anak
Pernah mendengar kasus perdagangan bayi di instagram yang dialami oleh anak
pasangan Ruben Onsu dan Sarwenda bukan? Yah, kasus ini dapat terjadi karena
saat ini memang sangat marak orang-orang yang mengunggah foto anak-anaknya yang
masih di bawah umur tidak terkecuali artis-artis. Bahkan saat ini, justru orang
tua dengan sengaja membuat akun pribadi untuk anak-anaknya yang masih di bawah
umur dan bahkan baru lahir. Memang pada awalnya kita hanya berniat ingin
menggunggah foto anak-anak kita yang terlihat sangat menggemaskan, namun hal
ini justru membuat peluang bagi predator anak atau penjahat anak untuk
mengambil foto tersebut sebagai model katalog penjualan bayi yang diedarkan
pada media sosial. Sehingga ini akan memberikan dampak yang sangat buruk bagi
si anak atau bayi yang ada di foto unggahan tersebut. Oleh sebab itu, bagi yang
baru mengetahui hal ini sebaiknya mulai dari sekarang kita harus mengurangi
kebiasaan mengunggah foto-foto bayi.
Mempublikasikan Identitas
Secara Mendetail
Sebenarnya, mempublikasikan identitas kita di media sosial memang sah-sah
saja. Namun belakangan ini, telah beredar kasus pencurian identitas untuk
disalahgunakan oleh oknum-oknum penjahat. Oleh sebab itu, untuk menghindari hal
tersebut alangkah baiknya kita jangan terlalu mempublikasikan hal-hal yang sangat
mendetail tentang diri kita terlebih tentang identitas asli kita apalagi sampai
mengunggah sidik jari atau identitas-identitas lain yang sifatnya sangat
privat.
Memosting Foto Pribadi Teman
Tanpa Seizinnya
Mempublikasikan sesuatu yang bukan hak itu merupakan perbuatan yang bisa
mengakibatkan hal buruk untuk kita. Apalagi bila yang kita publikasikan itu
mengandung aib teman kita. Karena tidak semua teman atau orang suka
mempublikasikan foto diri mereka. Oleh karena itu, sebaiknya sebelum kita mengunggah
foto atau mempublikasikan sesuatu tentang orang lain harap untuk meminta izin
terhadap teman atau orang yang bersangkutan agar terhindar dari prasangka
buruk.
Demikianlah beberapa hal yang perlu dihindari dalam menggunakan media
sosial. Jadilah pengguna media sosial yang cerdas dan bijak dalam
mempertimbangkan segala sesuatu atau dampak baik/buruk yang memungkinkan akan
diterima saat mempublikasikan status atau gambar. Media sosial sesungguhnya
dapat memberikan keuntungan yang banyak untuk si pengguna yang penting
tergantung bagaimana pengguna tersebut mengelolanya.







0 comments:
Posting Komentar