21 Juli 2016

LAPORAN AKHIR PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA (KUKERTA) DI KECAMATAN KOTO GASIB KABUPATEN SIAK GELOMBANG 1 SEMESTER GENAP PERIODE FEBRUARI-APRIL DARI TANGGAL 06 FEBRUARI S/D 04 APRIL 2014


Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau


 KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami mengucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan karunia_Nya kami dapat menyelesaikan praktik Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) dan menyelesaikan penulisan makalah ini. Penulisan makalah ini bertujuan sebagai penunjang pembelajaran Kuliah Kerja Nyata yang nantinya dapat digunakan mahasiswa untuk menambah wawasan, pengalaman, dan pengetahuan tentunya.
Di dalam praktik Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) ini banyak pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikannya, sehingga praktik serta penulisan makalah hasil Kukerta ini dapat selesai tepat pada waktunya. Pertama kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Eriyati, M.Si selaku dosen pembimbing lapangan dan Bapak Hadi Suprapto selaku Kepala Desa Tasik Seminai, karena atas bimbingan dan sarannya jualah kami dapat menyelesaikan praktik dan makalah hasil Kuliah Kerja Nyata ini dengan baik. Terakhir kepada teman-teman yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
Kami menyadari bahwa dalam praktik dan makalah hasil Kuliah Kerja ini mungkin banyak terdapat kesalahan-kesalahan dan masih jauh dari kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritikan-kritikan dari pembaca, dan mudah-mudahan praktik Kuliah Kerja Nyata ini dapat mencapai sasaran yang diharapkan dan mudah-mudahan makalah ini juga dapat bermanfaat bagi kita semua.



Pekanbaru,  April 2014


Penulis



A.                PENDAHULUAN
1.      Dasar Pemikiran
Mahasiswa sebagai motor pergerakan suatu bangsa saat ini telah dihadapkan pada realita sosial mengenai kondisi kehidupan masyarakat yang menjadi elemen penyusun pembangunan negara. Semangat perjuangan mahasiswa dalam mengisi dan mewarnai kehidupan bangsa dan negara dapat dijadikan sebagai suatu acuan dalam melangkah menuju ke arah yang lebih baik. Gagasan yang diberikan mampu mempengaruhi cara pandang yang terlahir dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungannya serta mampu memainkan perannya sebagai agent of change dan social control.
Pada saat ini terdapat beberapa mahasiswa yang terperangkap pada hedonisme kehidupan. Ketidak pedulian dan individualisme menguasai pemikiran mereka sehingga mereka lupa substansi dari keberadaan mahasiswa di tengah kehidupan bermasyarakat. Namun masih ada sebagian mahasiswa yang senantiasa menghasilkan ide kreatif guna menunjang eksistensinya sebagai agent of change dan social control.
Reformasi nasional telah membawa dampak perubahan pada berbagai aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Perubahan terjadi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional terutama terkait dengan adanya otonomi daerah. Sebagai dampak dari pelaksanaan otonomi daerah terjadi perubahan paradigma baru dalam pembangunan. Pertama, terjadinya pergeseran otoritas pelaksanaan pembangunan dan alokasi anggaran dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah dan semangat bottom up planning dalam pembangunan. Kedua, memberikan peluang lebih besar kepada pemerintah daerah dengan kewenangan menentukan arah dan tujuan pembangunan berdasarkan potensi dengan segala permasalahan dan keterbatasan daerah masing-masing.
Melalui Kuliah Kerja Nyata, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar dan bekerja dalam kegiatan pembangunan masyarakat sebagai wahana penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Secara, lebih nyata, Kuliah Kerja Nyata, merupakan media penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat secara sistematis dalam program pemberdayaan masyarakat. Kuliah Kerja Nyata juga diharapkan menjadi pendorong pembangunan riset terapan secara mutualistik dalam rangka membantu meyelesaikan permasalahan di masyarakat.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata diharapkan dapat mengembangkan kepekaan rasa dan kognisi sosial mahasiswa. Bagi pemerintah daerah dan rakyat setempat. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata dapat membantu percepatan proses pembangunan serta membentuk kader penerus kegiatan pembangunan.
Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (Kukerta PPM) merupakan salah satu kegiatan dalam pendidikan tinggi yang diselenggarakan berdasarkan UUD 1945. Pendidikan pada dasarnya merupakan proses pendewasaan dan pemandirian manusia secara sistematis, agar dapat siap menjalani kehidupan secara bertanggung jawab. Menjalani bertanggung jawab berarti berani mengambil keputusan yang bijaksana sekaligus berani menanggung segala konsekuensi yang ditimbulkannya.
Demi cita-cita mulia itu, pendidikan di perguruan tinggi dilaksanakan dengan cara membekali dan mengembangkan religuisitas, kecakapan, keterampilan, kepekaan, dan kecintaan mahasiswa terhadap Indonesia khususnya. Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat adalah suatu kegiatan intrakulikuler wajib yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa, dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. KKN juga merupakan wahana penerapan serta pengembangan ilmu dan teknologi, dilaksanakan di luar kampus dalam waktu, mekanisme, dan persyaratan tertentu. Oleh karena itu, KKN diarahkan untuk menjamin ketertarikan antara dunia akademi teori dan dunia empirik-praktis. Dengan demikian, akan terjadi interaksi sinergis, saling menerima dan memberi, saling asah, dan asuh antara mahasiswa dan masyarakat. Berdasarkan hal inilah Perguruan Tinggi khususnya Universitas Riau ingin mewujudkan cita-cita mulia ini dengan memberikan pembelajaran Kuliah Kerja Nyata dengan menjadikan mata kuliah ini wajib diikuti bagi mahasiswa Universitas Riau.
2.                  Dasar Penyelenggaraan
Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) merupakan salah satu kegiatan dalam pendidikan tinggi yang diselenggarakan berdasarkan UUD 1945. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Sistem Pendidikan Tinggi pada Pasal 47 ayat 1 menyatakan: “Pengabdian kepada Masyarakat merupakan kegiatan sivitas akademika dalam mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa”. Selain itu, berdasarkan keputusan Rektor Universitas Riau Nomor 76/UN 19/AK/2012 tanggal 26 Maret 2012 menetapkan, pertama Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah mata kuliah wajib Universitas Riau yang dikelola oleh Universitas Riau dengan bobot 4 SKS. Kedua, seorang mahasiswa yang diperkenankan untuk mengikuti kegiatan KKN apabila telah menyelesaikan minimal 100 SKS. Ketiga aspek dalam Tri Dharma perguruan tinggi tersebut dilaksanakan dengan proporsi yang seimbang, harmonis dan terpadu dengan harapan agar kelak para lulusan perguruan tinggi dapat menjadi manusia yang berilmu pengetahuan, memadai dalam bidang masing – masing, mampu melakukan penelitian, dan bersedia mengabdikan diri demi kemaslahatan umat manusia pada umumnya, dan masyarakat indonesia pada khususnya. Untuk mempraktek kan ilmu dan menerapkan hasil penelitian yang dilakukan oleh civitas akedimika, maka perlu suatu media yang mendukung.
3.                  Ruang Lingkup Kuliah Kerja Nyata
            Berdasarkan subtansi temanya, ruang lingkup Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat ;
1.      Pemberdayaan wilayah;
2.      Pemberdayaan usaha kecil menengah;
3.      Eksplorasi sumber daya alam dan konservasi lingkungan;
4.       Pengembangan sumber daya manusia;
5.      Pengembangan teknologi tepat guna;
6.      Pembinaan administrasi pemerintah desa;
7.      Kegiatan percepatan pemberantasan buta aksara;
8.      Kesehatan masyarakat;
9.      Ekonomi kerakyatan;
10.  Pembinaan sosial budaya masyarakat.

4.                  Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) adalah :
a.       Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa;
b.      Melaksanakan terapan iptek secara team work dan interdisipliner;
c.       Menanamkan nilai kepribadian
·         Nasionalisme dan jiwa pancasila
·         Keuletan, etos kerja dan tanggung jawab
d.      Meingkatkan daya saing nasional
e.       Menanamkan jiwa peneliti
·         Exploratis dan analisis
·         Menodorong learning community dan learning sociality

5.                  Sasaran
Pada dasarnya kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat diarahkan kepada 3 sasaran yaitu :
a.       Mahasiswa
1.      Memperdalam pengertian, penghayatan, dan pengalaman mahasiswa tentang :
a.       Cara berfikir dan bekerja interdisipliner dan lintas sektoral;
b.      Kegunaan hasil pendidikan dan penelitian bagi pembangunan pada umumnya dan pembangunan daerah pedesaan pada khususnya;
c.       Kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam pembangunan serta keseluruhan konteks masalah pengembangan pedesaan.
2.      Mendewasakan alam pikiran mahasiswa dalam setiap penelaahan dan pemecahan masalah yang ada dimasyarakat secara pragmatis ilmiah.
3.      Membentuk sikap rasa cinta, kepedulian sosial, dan tanggung jawab mahasiswa terhadap kemajuan masyarakat.
4.      Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan program – program pengembangan dan pembangunan.
5.      Membina mahasiswa agar menjadi seorang inovator, motivator dan problem solver.
6.      Memberikan pengalaman dan keterampilan kepada mahasiswa sebagai kader pembangunan.
b.      Masyarakat (dan Pemerintah)
1.      Memperoleh bantuan pikiran dan tenaga untuk merencanakan serta melaksanakan program pembangunan.
2.      Meningkatkan kemampuan berfikir, bersikap dan bertindak agar sesuai dengan program pembangunan.
3.      Memperoleh pembaharuan – pembaharuan yang diperlukan dalam pembangunan di daerah.
4.      Membentuk kader – kader pembangunan di masyarakat sehingga terjamin kesinambungan pembangunan.
c.       Perguruan Tinggi
1.      Perguruan tinggi lebih terarah dalam mengembangkan ilmu dan pengetahuan kepada masyarakat, dengan adanya umpan balik (feed back) sebagai hasil integrasi menjadi dengan masyarakat. Dengan demikian, kurikulum perguruan tinggi akan dapat disesuai kan sebagai contoh dalam proses pendidikan.
2.      Perguruan tinggi dapat menjalin kerjasama dengan intansi pemerintah atau departemen lainnya dalam melaksanakan pembangunan dan pengembangan ipteks.
3.      Perguruan tinggi dapat mengembangkan ipteks yang lebih bermanfaat dalam pengelolaan dan penyesuaian dalam lingkungan.

B.                 KONDISI YANG ADA (DAS SEIN)
Desa Tasik Seminai merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Koto Gasib Kabuaten Siak Provinsi Riau. Dulunya desa ini adalah gabungan dari desa Keranji Guguh, namun pada tahun 2011 Tasik Seminai memisahkan diri dari desa Keranji Guguh dengan pimpinan Kepala Desa yang pertama yaitu Bapak Hadi Suprapto. Jumlah penduduk yang ada di Tasik Seminai pada saat ini adalah 1.131 jiwa dalam 301 KK (Kartu Keluarga).
Walaupun usia desa ini masih terhitung sangat muda, namun desa ini terus mengalami perkembangan yang baik. Karena berdasarkan hasil pendataan dari pemerintah desa jumlah keluarga miskin di desa ini terbilang tidak ada. Lebih dari 80% penduduk yang ada di desa ini memiliki pekerjaan atau mata pencaharian. Jumlah penduduk asli desa Tasik Seminai adalah 1.126 jiwa dan non asli adalah 5 jiwa. Jumlah instansi pendidikan di desa ini berjumlah masing-masing, SD 1 unit, TK 1 unit, dan PAUD 1 unit. Walaupun desa ini terus berkembang namun di bidang pendidikan desa ini masih lemah karena jumlah penduduk yang tidak pernah mengenyam pendidikan adalah 16,8 %. Tentu ini menjadi keprihatinan kami sendiri sebagai mahasiswa Kukerta Universitas Riau setelah mengetahui hal tersebut.
Desa Tasik Seminai ini merupakan desa yang memiliki penduduk heterogen, karena penduduk yang tinggal di desa ini banyak berasal dari berbagai suku yang ada di Indonesia dan desa ini merupakan daerah transmigrasi bagi para penduduknya. Penduduk desa Tasik seminai setiap KK nya memiliki Hak Kepemilikan Tanah. Mayoritas penghasilan yang dihasilkan dari masyarakat desa Tasik Seminai adalah berasal dari hasil panen perkebunan kelapa sawit.
Selain itu, desa yang dikepalai oleh Bapak Hadi Suprapto ini telah banyak memperoleh prestasi-prestasi dalam berbagai bidang, karena di desa ini para penduduknya sangat partisipatif dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang diadakan di Tasik Seminai ini, mulai dari Kepala Desa dan jajarannya, Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, serta warga yang saling mendukung satu sama lain. Mereka selalu menjaga kekompakan dan ramah-tamah kepada para pendatang khususnya kepada kami mahasiswa Kukerta Universitas Riau.
Di sisi lain, keterbatasan yang dimiliki oleh desa pemekaran dari desa Keranji Guguh ini adalah masih minimnya sumber daya listrik yang menghambat proses administrasi desa sehingga proses tersebut menjadi kurang efektif. Kemudian akses jalan lintas menuju desa masih terlihat sulit untuk diakses karena karena Desa Tasik Semiani letak geografisnya dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit. Namun semua kekurangan ini tidak mengurangi segala aktifitas warga Tasik Seminai dalam berbagai bidang seperti perekonomian, pendidikan, dan sosial budaya.
Sedangkan kondisi yang ada tentang organisasi di pemerintah Desa Tasik Seminai yaitu:
1.       PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga)
ü  PKK sudah ada, program kegiatan juga terlihat aktif. Namun dalam pengumpulan kader sedikit ada terkendala dalam pelaksanaannya.
ü  Belum adanya sarana tersendiri dari PKK
2.      Karang Taruna
ü  Karang Taruna ada, tetapi kegiatan belum nampak
3.      BPD
ü  BPD ada, Tupoksi juga berjalan dengan baik
ü  Namun, gedung dan fasilitas belum memadai
4.      LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat)
ü  Desa Tasik Seminai memiliki LPM namun terlihat masih pasif
5.      Polindes
ü  Berjalan lancar dan rutin
C.                KONDISI YANG DIINGINKAN (DAS SOLLEN)
Berdasarkan analisis dari kondisi yang ada di desa Tasik Seminai, maka adapun kondisi yang kami harapkan dan kami inginkan adalah jika dilihat dari latar belakang desa ini yang bersifat heterogen yaitu beranekaragam suku budaya, maka kami sebagai mahasiswa Kukerta Universitas Riau menginginkan desa ini dapat terus saling terintegrasi satu sama lain. Selain itu kami mengharapkan sarana dan prasarana maupun fasilitas umum di desa ini dapat terus terlengkapi. Warga desa harus tetap rukun, tentram dan damai agar sama-sama dapat menjalankan visi dan misi desa Tasik Seminai ini.
Tingkat pendidikan yang tentunya menjadi prioritas utama harus terus ditingkatkan. Sekolah-sekolah yang mungkin jauh untuk dijangkau, mudah-mudahan seiring perkembangan tahun, sekolah-sekolah tersebut dapat dibangun sendiri di desa Tasik Seminai tentunya. Tenaga pengajar yang berkualitas semoga juga dapat membantu menambah kemajuan terhadap pendidikan yang ada di desa ini. Kemudian dalam segi keagamaan kami mengharapkan desa Tasik Seminai akan menjadi desa yang mampu menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.
Kemudian untuk kondisi yang diinginkan terhadap kondisi organisasi yang ada di desa Tasik Seminai adalah:
1.      PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga)
ü  Seluruh kader diharapkan lebih berperan aktif untuk ikut berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan PKK
ü  Diharapkan desa Tasik Seminai akan segera membangun sarana khusus untuk kegiatan PKK
2.      Karang Taruna
ü  Karang Taruna diharapkan untuk lebih mengaktifkan kembali program kegiatan yang ada
3.      BPD
ü  Diharapkan sarana dan prasarana yang diperlukan di dalam kegiatan oleh BPD dapat terpenuhi
4.      LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat)
ü  LPM diharapkan untuk lebih mengaktifkan kembali program kegiatan yang ada
5.      Polindes
ü  Semoga tetap berjalan dengan baik



A.                PROGRAM KERJA DAN PELAKSANAAN KUKERTA
1.                  Program Kerja Kukerta Universitas Riau di Desa Tasik Seminai
No
Nama Program
Bulan I (Pertama)
Bulan II (Kedua)
Ket.
1
2
3
4
1
2
3
4
1.
Sosialisasi








2.
Bimbel (Bimbingan Belajar)

3.
Penyuluhan Narkoba








4.
Apotek Hidup








5.
Cerdas Cermat SD







6.
Mengajar ke Instansi Sekolah






7.
Pembagian Masker Gratis








8.
Gotong Royong Warga


9.
Didikan Shubuh


10.
Pertandingan Bola Volly







11.
Perlombaan MTQ








12.
Perlombaan Mewarnai PAUD








13.
Perlombaan Mewarnai TK








14.
Demo masak bersama Guru SD








15.
Demo masak bersama warga








16.
Menggalang dana





Proposal dan sumbangan warga
17.
Perpisahan bersama warga









2.                  Pelaksanaan Program Kerja Kukerta Universitas Riau di Desa Tasik Seminai
No.
Jenis Kegiatan
Latar Belakang
Inisiatif
Sasaran Kegitan
Biaya
Pelaksana
Jumlah (Rp)
Sumber
1.
Sosialisasi dengan tokoh masyarakat dan masyarakat desa Tasik Seminai
Memperkenalkan diri dan mensosialisasikan program kegiatan Kukerta UR di Desa Tasik Seminai
Kelompok
Mahasiswa dan Masyarakat
54.000
Iuran Kelompok
Kukerta UR
2.
Sosialisasi ke Seluruh Instansi Sekolah yang ada di Desa Tasik Seminai
Memperkenalkan diri dan mensosialisasikan program kerja bidang pendidikan
Kelompok
Mahasiswa, Tenaga Pengajar, dan Pelajar
-
-
Kukerta UR
3.
Menyediakan Bimbel kepada pelajar di desa Tasik Seminai
Membengkitkan dan meningkatkan minat belajar bagi para pelajar di desa Tasik Seminai
Kelompok
Pelajar
-
-
Kukerta UR
4.
Penyuluhan Narkoba bagi anak remaja di SDN 010 Keranji Guguh Desa Tasik Seminai
Memberikan pengetahuan seputar narkoba dan menghimbau pelajar agar dapat menjauhi narkoba dan lebih meningkatkan prestasi
Kelompok
Pelajar/anak remaja
-
-
Kukerta UR
5.
Sosialisasi tentang penanaman apotek , pemberian materi, dan penanaman tanaman apotek hidup
Memberdayakan tanaman obat-obatan yang ada di sekeliling pekarangan rumah dan melakukan penghijauan kembali di pekarangan rumah warga dan kantor desa
Kelompok
Masyarakat
67.000
Iuran kelompok
Kukerta UR
6.
Melatih tarian daerah kepada Siswi SDN 010 Keranji Guguh Desa Tasik Seminai
Melestarikan budaya atau tarian daerah bagi generasi muda
Kelompok
Pelajar/siswi
-
-
Kukerta UR
7.
Mengajar/melatih Pramuka kepada siswa/i SDN 010 Keranji Guguh Desa Tasik Seminai
Meningkatkan semangat pelajar untuk mengikuti ekstrakurikuler Pramuka
Kelompok
Pelajar SD
-
-
Kukerta UR
8.
Mengadakan perlombaan cerdas-cermat siswa/i SDN 010 Keranji Guguh Desa Tasik Seminai
Menguji kompetensi pelajar dalam hal akademik dan meningkatkan suportivitas dalam persaingan antar pelajar
Kelompok
Pelajar
350.000
Iuran kelompok dan sumbangan dari sekolah
Kukerta UR
9.
Mengajar anak-anak desa Tasik Seminai untuk belajar Al-quran dan didikan shubuh
Meningkatkan semangat anak-anak untuk belajar ilmu agama dan mengaji
Kelompok
Anak-anak
-
-
Kukerta UR
10.
Mengajar ke instansi-instansi sekolah yang berada di desa Tasik Seminai
Membantu tenaga pengajar sekolah dalam memberikan materi belajar
Kelompok
Pelajar
-
-
Kukerta UR
11.
Membagikan masker gratis kepada pengendara sepeda motor di Jalan raya
Adanya bencana kabut asap di Riau dan mengingatkan bahaya asap tersebut dan pentingnya menjaga kesehatan
Kelompok
Masyarakat/pengendara motor
-
-
Kukerta UR
12.
Mengaktifkan kembali gotong-royong warga desa Tasik Seminai
Meningkatkan semangat warga desa Tasik Seminai dalam hal menjaga kebersihan dan meningkatkan kekompakkan warga
Kelompok
Warga Desa Tasik Seminai
-
-
Kukerta UR
13.
Mengadakan pertandingan bola volly Putera dan Puteri warga Desa Tasik Seminai
Meningkatkan semangat dan sportifitas warga desa Tasik Seminai dalam pertandingan Olahraga
Kelompok
Warga Desa Tasik Seminai
3.000.000
Proposal dan Sumbangan Warga
Kukerta UR
14.
Mengadakan perlombaan MTQ antar Masjid dan Mushola Desa Tasik Seminai
Meningkatkan semangat dan IMTAQ bagi pemuda/i desa Tasik Seminai dalam bidang keagamaan
Kelompok
Pemuda/i Desa Tasik Seminai
1.500.000
Proposal dan Sumbangan Warga
Kukerta UR
15.
Mengadakan perlombaan mewarnai tingkat Taman Kanak-kanak (TK) Desa Tasik Seminai
Meningkatkan ketrampilan, daya pikir dan semangat
Kelompok
Pelajar TK
600.000
Proposal dan Sumbangan Warga
Kukerta UR
16.
Mengadakan perlombaan mewarnai tingkat PAUD di Desa Tasik Seminai
Meningkatkan ketrampilan, daya pikir dan semangat
Kelompok
Pelajar PAUD
500.000
Proposal dan Sumbangan Warga
Kukerta UR
17.
Mengadakan demo masak bersama guru-guru SD
Meningkatkan ketrampilan memasak dan kekompakan dalam mengerjakan sesuatu
Kelompok
Masyarakat
300.000
Iuran Kelompok dan guru SD
Kukerta UR dan Guru SD
18.
Mengadakan demo masak bersama warga Desa Tasik Seminai
Meningkatkan keterampilan memasak dan kekompakan dalam mengerjakan sesuatu
Kelompok
Masyarakat
500.000
Iuran Kelompok
Kukerta UR dan Warga Desa Tasik Seminai
19.
Menggalang Dana
Membantu pembiayaan dalam bentuk sumbangsih dan partisipasi dari masyarakat desa Tasik Seminai untuk anggaran program kegiatan
Kelompok
Warga Desa Tasik Seminai
-
-
Kukerta UR
20.
Mengadakan perpisahan bersama warga desa Tasik Seminai
Menyelenggarakan penutupan program kegiatan mahasiswa Kukerta UR sekaligus perpisahan bersama warga dan tokoh masyarakat
Kelompok
Mahasiswa dan warga Desa Tasik Seminai
1.500.000
Proposal dan Sumbangan Warga
Kukerta UR

E.                 MASALAH YANG DITEMUI DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN
Di dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini, adapun masalah atau hambatan yang kami temui yaitu antara lain:
1.      Munculnya kabut asap yang mencemarkan udara di Desa Tasik Seminai yang menyebabkan lemahnya aktivitas warga dan melumpuhkan aktivitas anak-anak khususnya para pelajar. Sehingga jenis program kegiatan yang telah dirancang yang memiliki sasaran terhadap pelajar atau anak-anak harus tertunda dari waktu yang telah ditentukan
2.      Adanya keterbatasan dana dalam mendukung tercapainya program kegiatan sehingga membutuhkan rentang waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan dana yang dibutuhkan.
3.      Di dalam jenis program bimbingan belajar (bimbel) masih sangat terlihat lemahnya minat belajar siswa/i yang ada di desa Tasik Seminai. Sehingga siswa/i atau anak-anak yang ikut serta dalam bimbingan belajar masih di bawah jumlah target yang diperkirakan.
4.      Di dalam jenis program penanaman apotek hidup, hambatan yang ditemui adalah buruknya cuaca (musim kemarau) yang berkepanjangan mengakibatkan  kurangnya kualitas kesuburan tanah yang akan ditanami tanaman apotek hidup.
5.      Keterbatasan sumber daya listrik yang mengakibatkan ketidak efektifan dalam menyelenggarakan program kegiatan khususnya dalam hal administrasi.
6.      Turunnya hujan di Desa Tasik Seminai menyebabkan tertundanya pertandingan bola voli. Sehingga jenis program kegiatan yang telah dirancang yang memiliki sasaran terhadap masyarakat di desa Tasik Seminai harus tertunda dari waktu yang telah ditentukan.
7.      Dikarenakan terjadi miss communication antara murid dengan tenaga pengajar/guru sehingga menyebabkan murid yang hadir tidak mencapai sasaran yang diinginkan. Sehingga perlombaan mewarnai untuk tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan PAUD tertunda pelaksanaannya dari waktu yang telah ditetapkan.
8.      Munculnya kabut asap yang mencemarkan udara di desa Tasik Seminai menyebabkan lemahnya aktifitas mahasiswa di dalam penggalangan dana. Selain dikarenakan kabut asap, di dalam aktifitas penggalangan dana juga dikarenakan keterbatasan transportasi serta turunnya hujan yang tidak terduga. Hal ini menyebabkan kegiatan penggalangan dana harus tertunda dan memakan waktu yang cukup lama.
F.                 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
Berdasarkan permasalahan yang telah dijumpai pada saat melaksanakan program kegiatan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta), maka adapun alternatif pemecahan masalah yang kami lakukan adalah:
1.      Pada saat terjadi bencana kabut asap yang tebal, alternatif pemecah masalah yang kami lakukan yaitu menggantikan jadwal kegiatan pada hari yang telah ditentukan, mendahulukan program kegiatan di dalam ruangan (in door) dibandingkan kegiatan di luar ruangan (out door).
2.      Alternatif pemecahan masalah keterbatasan biaya, kami memilih jalan dengan cara mencari atau meminta bantuan warga desa Tasik Seminai untuk memberikan sumbangsih/donasi seikhlasnya dan mengajukan permohonan proposal ke instansi-instansi swasta dan pemerintah untuk melancarkan program kegiatan yang telah kami rancang.
3.      Alternatif pemecahan masalah mengenai cuaca buruk (musim kemarau) dalam program kegiatan apotek hidup yaiu dengan cara mengatur jadwal untuk menyiram tanaman setiap harinya dan penanggung jawab hal ini adalah mahasiswa Kukerta.
4.      Di dalam pertandingan bola voli, alternatif pemecahan masalahnya adalah dengan menggantikan hari lain/ hari berikutnya untuk melanjutkan pertandingan yang tertunda.
5.      Masalah perlombaan mewarnai tingkat TK dapat diatasi dengan menggantikan hari berikutnya karena menimbang jumlah peserta yang kurang memadai.
6.      Begitu juga dengan cuaca yang kurang bersahabat dalam penggalangan dana, maka kami juga menggantikan hari-hari berikutnya untuk mendatangi rumah-rumah warga dan transportasi yang kami gunakan adalah pinjaman dari warga sekitar.

G.                HASIL LOKAKARYA
Berdasarkan hasil Lokakarya yang telah diselenggarakan pada Kamis, 03 April 2014 yang bertempatkan di Aula Kantor Camat Koto Gasib, bahwa kami yang berstatus Mahasiswa Kukerta Universitas Riau yang ditempatkan di Desa Tasik Seminai Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak mengambil kesimpulan dari hasil persentasi maupun tanggapan dari pelaksanaan Loka Karya, adapun hasil dari pelaksanaan Lokakarya tersebut adalah antara lain:
1.      Kuliah Keja Nyata (Kukerta) merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mempraktekkan ilmu, menerapkan  hasil penelitian, dan mengabdikan diri kepada masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa Kukerta harus benar-benar mempersiapkan diri dan program kegiatan yang akan dilaksanakan setelah ditempatkan di tengah-tengah masyarakat.
2.      Di dalam Kukerta, program kegiatan dibuat bukan hanya untuk dijadikan sebagai agenda saja melainkan harus disosialisasikan serta dijalankan atau diimplementasikan di lingkungan masyarakat dan selalu mengawasi perkembangannya.
3.      Mahasiswa Kukerta harus memiliki karakteristik yang berbeda dengan masyarakat yaitu dengan membuktikan kegiatan-kegiatan yang lebih ilmiah yang jarang ditemukan dan dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Karena kebanyakan pada umumnya mahasiswa Kukerta hanya fokus ke dalam kegiatan penyuluhan, perlombaan, atau kegiatan lainnya yang biasa dilakukan oleh masyarakat. Padahal jika dipikirkan secara ilmiah program kegiatan Mahasiswa Kukerta lebih banyak.
4.      Di dalam pelaksanaan Kukerta diharapkan mahasiswa harus memperhatikan dan mengenal tentang budaya, sejarah, maupun adat-istiadat dari daerah yang menjadi tempat pelaksanaan Kukerta bagi mahasiswa tersebut. Karena hal tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu sudut pandang mahasiswa dalam melaksanakan ataupun membuat program kegiatan.
5.      Di dalam pelaksanaan Kukerta diharapkan mahasiswa tidak menjadikan Kukerta ini sebagai ajang pencarian nilai saja, melainkan dapat dijadikan sebagai suatu bentuk pengimplementasian ilmu dan penelitian dan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat setelah mendapatkan ilmu dari dosen di kampus, sehingga dapat menambang wawasan dan pengalaman bagi mahasiswa.
6.      Diharapkan di dalam pelaksanaan Kukerta ini, mahasiswa dapat merancang dan melaksanakan program kegiatan yang dapat memberikan perkembangan ekonomi dan sumber daya yang ada di desa maupun di daerah yang ditempati.
7.      Kedisiplinan di dalam pelaksanaan Kukerta juga harus diterapkan sebagaimana yang diterapkan di dalam sistem perkuliahan karena Kukerta juga masih merupakan kegiatan perkuliahan hanya saja perkuliahan ini dilaksanakan di luar kampus.
8.      Di dalam pembuatan laporan kegiatan harus memperhatikan dan memaparkan kegiatan yang benar-benar dilaksanakan jangan membuat laporan tanpa ada bukti pertanggungjawaban.



H.                KESIMPULAN DAN SARAN
1.      Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari program kegiatan yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa Kukerta Universitas Riau di desa Tasik Seminai, maka dapat diperoleh kesimpulan yaitu bahwa program kegiatan yang kami miliki dapat terealisasi dengan baik. Seluruh rancangan kegiatan pada bulan pertama dan kedua telah kami laksanakan yaitu dengan jumlah perencanaan kegiatan 20 jenis kegiatan dan seluruhnya dapat kami realisasikan dengan baik.
Di dalam perencanaan program kegiatan kami selaku pelaksana berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat pada khususnya dan desa pada umumnya. Selain itu, masyarakat juga mendukung dan memberikan sambutan positif terhadap pogram kegiatan tersebut. Terlihat dengan adanya banyak masyarakat yang berperan aktif dalam pelaksanaan program tersebut.
Namun di samping itu, kami juga masih menjumpai beberapa hambatan yaitu seperti dalam hal keterbatasan biaya, faktor cuaca, dan faktor keterbatasan sumber daya.
2.      Saran
Adapun saran yang dapat kami berikan untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan adalah:
1.      Mencari tahu kelemahan dasar dari hambatan yang ada.
2.      Di dalam bidang pendidikan kami menyarankan kepada seluruh instansi sekolah yang ada di desa Tasik Seminai untuk lebih meningkatkan kedisiplinan serta sarana dan prasarana.
3.      Memberikan tugas kepada anak didik pada saat sekolah diliburkan karena kabut asap.
4.      Meningkatkan partisipasi anak-anak dalam hal keagamaan.
5.      Meningkatkan kualitas desa dalam bidang sarana dan prasarana dalam kegiatan ekonomi.
6.      Memberikan motivasi kepada warga ataupun anak-anak untuk semangat belajar dan menuntut ilmu sampai jenjang yang lebih tinggi, hal ini karena untuk lebih mamajukan desa Tasik Seminai tentunya.




LAMPIRAN DOKUMENTASI



Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau

Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau

Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau

Posko KUKERTA Universitas Riau Desa Tasik Seminai Tahun 2014

Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau






























0 comments:

Posting Komentar