| Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau |
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami mengucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Berkat limpahan karunia_Nya kami dapat menyelesaikan praktik Kuliah Kerja Nyata
(Kukerta) dan menyelesaikan penulisan makalah ini. Penulisan makalah ini
bertujuan sebagai penunjang pembelajaran Kuliah Kerja Nyata yang nantinya dapat
digunakan mahasiswa untuk menambah wawasan, pengalaman, dan pengetahuan
tentunya.
Di dalam praktik Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) ini banyak
pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikannya, sehingga praktik serta
penulisan makalah hasil Kukerta ini dapat selesai tepat pada waktunya. Pertama kami
mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Eriyati, M.Si selaku dosen pembimbing
lapangan dan Bapak Hadi Suprapto selaku Kepala Desa Tasik Seminai, karena atas
bimbingan dan sarannya jualah kami dapat menyelesaikan praktik dan makalah hasil
Kuliah Kerja Nyata ini dengan baik. Terakhir kepada teman-teman yang tidak bisa
kami sebutkan satu persatu.
Kami menyadari bahwa dalam praktik dan makalah hasil Kuliah
Kerja ini mungkin banyak terdapat kesalahan-kesalahan dan masih jauh dari
kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritikan-kritikan dari pembaca,
dan mudah-mudahan praktik Kuliah Kerja Nyata ini dapat mencapai sasaran yang
diharapkan dan mudah-mudahan makalah ini juga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Pekanbaru, April 2014
Penulis
A.
PENDAHULUAN
1.
Dasar
Pemikiran
Mahasiswa
sebagai motor pergerakan suatu bangsa saat ini telah dihadapkan pada realita
sosial mengenai kondisi kehidupan masyarakat yang menjadi elemen penyusun
pembangunan negara. Semangat perjuangan mahasiswa dalam mengisi dan mewarnai
kehidupan bangsa dan negara dapat dijadikan sebagai suatu acuan dalam melangkah
menuju ke arah yang lebih baik. Gagasan yang diberikan mampu mempengaruhi cara
pandang yang terlahir dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini membuktikan bahwa
mahasiswa memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungannya serta mampu
memainkan perannya sebagai agent of change dan social control.
Pada
saat ini terdapat beberapa mahasiswa yang terperangkap pada hedonisme
kehidupan. Ketidak pedulian dan individualisme menguasai pemikiran mereka
sehingga mereka lupa substansi dari keberadaan mahasiswa di tengah kehidupan
bermasyarakat. Namun masih ada sebagian mahasiswa yang senantiasa menghasilkan
ide kreatif guna menunjang eksistensinya sebagai agent of change dan social
control.
Reformasi
nasional telah membawa dampak perubahan pada berbagai aspek kehidupan
bermasyarakat dan bernegara. Perubahan terjadi dalam perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan nasional terutama terkait dengan adanya otonomi daerah.
Sebagai dampak dari pelaksanaan otonomi daerah terjadi perubahan paradigma baru
dalam pembangunan. Pertama, terjadinya pergeseran otoritas pelaksanaan pembangunan
dan alokasi anggaran dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah dan semangat
bottom up planning dalam pembangunan. Kedua, memberikan peluang lebih besar
kepada pemerintah daerah dengan kewenangan menentukan arah dan tujuan
pembangunan berdasarkan potensi dengan segala permasalahan dan keterbatasan
daerah masing-masing.
Melalui
Kuliah Kerja Nyata, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar dan bekerja
dalam kegiatan pembangunan masyarakat sebagai wahana penerapan ilmu pengetahuan
dan teknologi (IPTEK). Secara, lebih nyata, Kuliah Kerja Nyata, merupakan media
penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat secara sistematis dalam
program pemberdayaan masyarakat. Kuliah Kerja Nyata juga diharapkan menjadi
pendorong pembangunan riset terapan secara mutualistik dalam rangka membantu
meyelesaikan permasalahan di masyarakat.
Kegiatan
Kuliah Kerja Nyata diharapkan dapat mengembangkan kepekaan rasa dan kognisi
sosial mahasiswa. Bagi pemerintah daerah dan rakyat setempat. Kegiatan Kuliah
Kerja Nyata dapat membantu percepatan proses pembangunan serta membentuk kader
penerus kegiatan pembangunan.
Kuliah
Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (Kukerta PPM) merupakan salah
satu kegiatan dalam pendidikan tinggi yang diselenggarakan berdasarkan UUD
1945. Pendidikan pada dasarnya merupakan proses pendewasaan dan pemandirian
manusia secara sistematis, agar dapat siap menjalani kehidupan secara
bertanggung jawab. Menjalani bertanggung jawab berarti berani mengambil
keputusan yang bijaksana sekaligus berani menanggung segala konsekuensi yang
ditimbulkannya.
Demi
cita-cita mulia itu, pendidikan di perguruan tinggi dilaksanakan dengan cara
membekali dan mengembangkan religuisitas, kecakapan, keterampilan, kepekaan,
dan kecintaan mahasiswa terhadap Indonesia khususnya. Kuliah Kerja Nyata
Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat adalah suatu kegiatan intrakulikuler wajib
yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan metode pemberian
pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa, dalam kegiatan pemberdayaan
masyarakat. KKN juga merupakan wahana penerapan serta pengembangan ilmu dan
teknologi, dilaksanakan di luar kampus dalam waktu, mekanisme, dan persyaratan
tertentu. Oleh karena itu, KKN diarahkan untuk menjamin ketertarikan antara
dunia akademi teori dan dunia empirik-praktis. Dengan demikian, akan terjadi
interaksi sinergis, saling menerima dan memberi, saling asah, dan asuh antara
mahasiswa dan masyarakat. Berdasarkan hal inilah Perguruan Tinggi khususnya
Universitas Riau ingin mewujudkan cita-cita mulia ini dengan memberikan
pembelajaran Kuliah Kerja Nyata dengan menjadikan mata kuliah ini wajib diikuti
bagi mahasiswa Universitas Riau.
2.
Dasar
Penyelenggaraan
Kuliah
Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) merupakan salah satu
kegiatan dalam pendidikan tinggi yang diselenggarakan berdasarkan UUD 1945.
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Sistem
Pendidikan Tinggi pada Pasal 47 ayat 1 menyatakan: “Pengabdian kepada
Masyarakat merupakan kegiatan sivitas akademika dalam mengamalkan dan
membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum
dan mencerdaskan kehidupan bangsa”. Selain itu, berdasarkan keputusan Rektor
Universitas Riau Nomor 76/UN 19/AK/2012 tanggal 26 Maret 2012 menetapkan,
pertama Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah mata kuliah wajib Universitas Riau yang
dikelola oleh Universitas Riau dengan bobot 4 SKS. Kedua, seorang mahasiswa
yang diperkenankan untuk mengikuti kegiatan KKN apabila telah menyelesaikan
minimal 100 SKS. Ketiga aspek dalam Tri Dharma perguruan tinggi tersebut
dilaksanakan dengan proporsi yang seimbang, harmonis dan terpadu dengan harapan
agar kelak para lulusan perguruan tinggi dapat menjadi manusia yang berilmu
pengetahuan, memadai dalam bidang masing – masing, mampu melakukan penelitian,
dan bersedia mengabdikan diri demi kemaslahatan umat manusia pada umumnya, dan
masyarakat indonesia pada khususnya. Untuk mempraktek kan ilmu dan menerapkan
hasil penelitian yang dilakukan oleh civitas akedimika, maka perlu suatu media
yang mendukung.
3.
Ruang
Lingkup Kuliah Kerja Nyata
Berdasarkan subtansi temanya, ruang
lingkup Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat ;
1. Pemberdayaan
wilayah;
2. Pemberdayaan
usaha kecil menengah;
3. Eksplorasi
sumber daya alam dan konservasi lingkungan;
4. Pengembangan sumber daya manusia;
5. Pengembangan
teknologi tepat guna;
6. Pembinaan
administrasi pemerintah desa;
7. Kegiatan
percepatan pemberantasan buta aksara;
8. Kesehatan
masyarakat;
9. Ekonomi
kerakyatan;
10. Pembinaan
sosial budaya masyarakat.
4.
Tujuan
Tujuan
dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Pembelajaran Pemberdayaan
Masyarakat (PPM) adalah :
a. Meningkatkan
empati dan kepedulian mahasiswa;
b. Melaksanakan
terapan iptek secara team work dan interdisipliner;
c. Menanamkan
nilai kepribadian
·
Nasionalisme dan jiwa
pancasila
·
Keuletan, etos kerja
dan tanggung jawab
d. Meingkatkan
daya saing nasional
e. Menanamkan
jiwa peneliti
·
Exploratis dan analisis
·
Menodorong learning
community dan learning sociality
5.
Sasaran
Pada
dasarnya kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat
diarahkan kepada 3 sasaran yaitu :
a. Mahasiswa
1. Memperdalam
pengertian, penghayatan, dan pengalaman mahasiswa tentang :
a. Cara
berfikir dan bekerja interdisipliner dan lintas sektoral;
b. Kegunaan
hasil pendidikan dan penelitian bagi pembangunan pada umumnya dan pembangunan
daerah pedesaan pada khususnya;
c. Kesulitan
yang dihadapi masyarakat dalam pembangunan serta keseluruhan konteks masalah
pengembangan pedesaan.
2. Mendewasakan
alam pikiran mahasiswa dalam setiap penelaahan dan pemecahan masalah yang ada
dimasyarakat secara pragmatis ilmiah.
3. Membentuk
sikap rasa cinta, kepedulian sosial, dan tanggung jawab mahasiswa terhadap
kemajuan masyarakat.
4. Memberikan
keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan program – program pengembangan
dan pembangunan.
5. Membina
mahasiswa agar menjadi seorang inovator, motivator dan problem solver.
6. Memberikan
pengalaman dan keterampilan kepada mahasiswa sebagai kader pembangunan.
b. Masyarakat
(dan Pemerintah)
1. Memperoleh
bantuan pikiran dan tenaga untuk merencanakan serta melaksanakan program
pembangunan.
2. Meningkatkan
kemampuan berfikir, bersikap dan bertindak agar sesuai dengan program
pembangunan.
3. Memperoleh
pembaharuan – pembaharuan yang diperlukan dalam pembangunan di daerah.
4. Membentuk
kader – kader pembangunan di masyarakat sehingga terjamin kesinambungan
pembangunan.
c. Perguruan
Tinggi
1. Perguruan
tinggi lebih terarah dalam mengembangkan ilmu dan pengetahuan kepada
masyarakat, dengan adanya umpan balik (feed back) sebagai hasil integrasi
menjadi dengan masyarakat. Dengan demikian, kurikulum perguruan tinggi akan
dapat disesuai kan sebagai contoh dalam proses pendidikan.
2. Perguruan
tinggi dapat menjalin kerjasama dengan intansi pemerintah atau departemen
lainnya dalam melaksanakan pembangunan dan pengembangan ipteks.
3. Perguruan
tinggi dapat mengembangkan ipteks yang lebih bermanfaat dalam pengelolaan dan
penyesuaian dalam lingkungan.
B.
KONDISI
YANG ADA (DAS SEIN)
Desa
Tasik Seminai merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Koto Gasib
Kabuaten Siak Provinsi Riau. Dulunya desa ini adalah gabungan dari desa Keranji
Guguh, namun pada tahun 2011 Tasik Seminai memisahkan diri dari desa Keranji
Guguh dengan pimpinan Kepala Desa yang pertama yaitu Bapak Hadi Suprapto. Jumlah
penduduk yang ada di Tasik Seminai pada saat ini adalah 1.131 jiwa dalam 301 KK
(Kartu Keluarga).
Walaupun
usia desa ini masih terhitung sangat muda, namun desa ini terus mengalami
perkembangan yang baik. Karena berdasarkan hasil pendataan dari pemerintah desa
jumlah keluarga miskin di desa ini terbilang tidak ada. Lebih dari 80% penduduk
yang ada di desa ini memiliki pekerjaan atau mata pencaharian. Jumlah penduduk
asli desa Tasik Seminai adalah 1.126 jiwa dan non asli adalah 5 jiwa. Jumlah
instansi pendidikan di desa ini berjumlah masing-masing, SD 1 unit, TK 1 unit,
dan PAUD 1 unit. Walaupun desa ini terus berkembang namun di bidang pendidikan
desa ini masih lemah karena jumlah penduduk yang tidak pernah mengenyam
pendidikan adalah 16,8 %. Tentu ini menjadi keprihatinan kami sendiri sebagai
mahasiswa Kukerta Universitas Riau setelah mengetahui hal tersebut.
Desa
Tasik Seminai ini merupakan desa yang memiliki penduduk heterogen, karena
penduduk yang tinggal di desa ini banyak berasal dari berbagai suku yang ada di
Indonesia dan desa ini merupakan daerah transmigrasi bagi para penduduknya.
Penduduk desa Tasik seminai setiap KK nya memiliki Hak Kepemilikan Tanah.
Mayoritas penghasilan yang dihasilkan dari masyarakat desa Tasik Seminai adalah
berasal dari hasil panen perkebunan kelapa sawit.
Selain
itu, desa yang dikepalai oleh Bapak Hadi Suprapto ini telah banyak memperoleh
prestasi-prestasi dalam berbagai bidang, karena di desa ini para penduduknya
sangat partisipatif dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang diadakan di
Tasik Seminai ini, mulai dari Kepala Desa dan jajarannya, Tim Penggerak PKK,
Karang Taruna, serta warga yang saling mendukung satu sama lain. Mereka selalu
menjaga kekompakan dan ramah-tamah kepada para pendatang khususnya kepada kami
mahasiswa Kukerta Universitas Riau.
Di
sisi lain, keterbatasan yang dimiliki oleh desa pemekaran dari desa Keranji
Guguh ini adalah masih minimnya sumber daya listrik yang menghambat proses
administrasi desa sehingga proses tersebut menjadi kurang efektif. Kemudian
akses jalan lintas menuju desa masih terlihat sulit untuk diakses karena karena
Desa Tasik Semiani letak geografisnya dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit.
Namun semua kekurangan ini tidak mengurangi segala aktifitas warga Tasik
Seminai dalam berbagai bidang seperti perekonomian, pendidikan, dan sosial
budaya.
Sedangkan
kondisi yang ada tentang organisasi di pemerintah Desa Tasik Seminai yaitu:
1. PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga)
ü PKK
sudah ada, program kegiatan juga terlihat aktif. Namun dalam pengumpulan kader
sedikit ada terkendala dalam pelaksanaannya.
ü Belum
adanya sarana tersendiri dari PKK
2. Karang
Taruna
ü Karang
Taruna ada, tetapi kegiatan belum nampak
3. BPD
ü BPD
ada, Tupoksi juga berjalan dengan baik
ü Namun,
gedung dan fasilitas belum memadai
4. LPM
(Lembaga Pemberdayaan Masyarakat)
ü Desa
Tasik Seminai memiliki LPM namun terlihat masih pasif
5. Polindes
ü Berjalan
lancar dan rutin
C.
KONDISI
YANG DIINGINKAN (DAS SOLLEN)
Berdasarkan
analisis dari kondisi yang ada di desa Tasik Seminai, maka adapun kondisi yang
kami harapkan dan kami inginkan adalah jika dilihat dari latar belakang desa
ini yang bersifat heterogen yaitu beranekaragam suku budaya, maka kami sebagai
mahasiswa Kukerta Universitas Riau menginginkan desa ini dapat terus saling
terintegrasi satu sama lain. Selain itu kami mengharapkan sarana dan prasarana
maupun fasilitas umum di desa ini dapat terus terlengkapi. Warga desa harus
tetap rukun, tentram dan damai agar sama-sama dapat menjalankan visi dan misi
desa Tasik Seminai ini.
Tingkat
pendidikan yang tentunya menjadi prioritas utama harus terus ditingkatkan.
Sekolah-sekolah yang mungkin jauh untuk dijangkau, mudah-mudahan seiring perkembangan
tahun, sekolah-sekolah tersebut dapat dibangun sendiri di desa Tasik Seminai
tentunya. Tenaga pengajar yang berkualitas semoga juga dapat membantu menambah
kemajuan terhadap pendidikan yang ada di desa ini. Kemudian dalam segi
keagamaan kami mengharapkan desa Tasik Seminai akan menjadi desa yang mampu
menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.
Kemudian
untuk kondisi yang diinginkan terhadap kondisi organisasi yang ada di desa
Tasik Seminai adalah:
1. PKK
(Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga)
ü Seluruh
kader diharapkan lebih berperan aktif untuk ikut berpartisipasi dalam
melaksanakan kegiatan PKK
ü Diharapkan
desa Tasik Seminai akan segera membangun sarana khusus untuk kegiatan PKK
2. Karang
Taruna
ü Karang
Taruna diharapkan untuk lebih mengaktifkan kembali program kegiatan yang ada
3. BPD
ü Diharapkan
sarana dan prasarana yang diperlukan di dalam kegiatan oleh BPD dapat terpenuhi
4. LPM
(Lembaga Pemberdayaan Masyarakat)
ü LPM
diharapkan untuk lebih mengaktifkan kembali program kegiatan yang ada
5. Polindes
ü Semoga
tetap berjalan dengan baik
A.
PROGRAM
KERJA DAN PELAKSANAAN KUKERTA
1.
Program
Kerja Kukerta Universitas Riau di Desa Tasik Seminai
No
|
Nama
Program
|
Bulan
I (Pertama)
|
Bulan
II (Kedua)
|
Ket.
|
||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|||
1.
|
Sosialisasi
|
√
|
||||||||
2.
|
Bimbel (Bimbingan Belajar)
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
3.
|
Penyuluhan Narkoba
|
√
|
||||||||
4.
|
Apotek Hidup
|
√
|
||||||||
5.
|
Cerdas Cermat SD
|
√
|
√
|
|||||||
6.
|
Mengajar ke Instansi Sekolah
|
√
|
√
|
√
|
||||||
7.
|
Pembagian Masker Gratis
|
√
|
||||||||
8.
|
Gotong Royong Warga
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
||
9.
|
Didikan Shubuh
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
||
10.
|
Pertandingan Bola Volly
|
√
|
√
|
|||||||
11.
|
Perlombaan MTQ
|
√
|
||||||||
12.
|
Perlombaan Mewarnai PAUD
|
√
|
||||||||
13.
|
Perlombaan Mewarnai TK
|
√
|
||||||||
14.
|
Demo masak bersama Guru SD
|
√
|
||||||||
15.
|
Demo masak bersama warga
|
√
|
||||||||
16.
|
Menggalang dana
|
√
|
√
|
√
|
Proposal dan sumbangan warga
|
|||||
17.
|
Perpisahan bersama warga
|
√
|
||||||||
2.
Pelaksanaan
Program Kerja Kukerta Universitas Riau di Desa Tasik Seminai
No.
|
Jenis Kegiatan
|
Latar Belakang
|
Inisiatif
|
Sasaran Kegitan
|
Biaya
|
Pelaksana
|
|
Jumlah (Rp)
|
Sumber
|
||||||
1.
|
Sosialisasi
dengan tokoh masyarakat dan masyarakat desa Tasik Seminai
|
Memperkenalkan
diri dan mensosialisasikan program kegiatan Kukerta UR di Desa Tasik Seminai
|
Kelompok
|
Mahasiswa
dan Masyarakat
|
54.000
|
Iuran
Kelompok
|
Kukerta
UR
|
2.
|
Sosialisasi
ke Seluruh Instansi Sekolah yang ada di Desa Tasik Seminai
|
Memperkenalkan
diri dan mensosialisasikan program kerja bidang pendidikan
|
Kelompok
|
Mahasiswa,
Tenaga Pengajar, dan Pelajar
|
-
|
-
|
Kukerta
UR
|
3.
|
Menyediakan
Bimbel kepada pelajar di desa Tasik Seminai
|
Membengkitkan
dan meningkatkan minat belajar bagi para pelajar di desa Tasik Seminai
|
Kelompok
|
Pelajar
|
-
|
-
|
Kukerta
UR
|
4.
|
Penyuluhan
Narkoba bagi anak remaja di SDN 010 Keranji Guguh Desa Tasik Seminai
|
Memberikan
pengetahuan seputar narkoba dan menghimbau pelajar agar dapat menjauhi
narkoba dan lebih meningkatkan prestasi
|
Kelompok
|
Pelajar/anak remaja
|
-
|
-
|
Kukerta
UR
|
5.
|
Sosialisasi
tentang penanaman apotek , pemberian materi, dan penanaman tanaman apotek
hidup
|
Memberdayakan
tanaman obat-obatan yang ada di sekeliling pekarangan rumah dan melakukan
penghijauan kembali di pekarangan rumah warga dan kantor desa
|
Kelompok
|
Masyarakat
|
67.000
|
Iuran
kelompok
|
Kukerta
UR
|
6.
|
Melatih
tarian daerah kepada Siswi SDN 010 Keranji Guguh Desa Tasik Seminai
|
Melestarikan
budaya atau tarian daerah bagi generasi muda
|
Kelompok
|
Pelajar/siswi
|
-
|
-
|
Kukerta
UR
|
7.
|
Mengajar/melatih
Pramuka kepada siswa/i SDN 010 Keranji Guguh Desa Tasik Seminai
|
Meningkatkan
semangat pelajar untuk mengikuti ekstrakurikuler Pramuka
|
Kelompok
|
Pelajar
SD
|
-
|
-
|
Kukerta
UR
|
8.
|
Mengadakan
perlombaan cerdas-cermat siswa/i SDN 010 Keranji Guguh Desa Tasik Seminai
|
Menguji
kompetensi pelajar dalam hal akademik dan meningkatkan suportivitas dalam
persaingan antar pelajar
|
Kelompok
|
Pelajar
|
350.000
|
Iuran
kelompok dan sumbangan dari sekolah
|
Kukerta
UR
|
9.
|
Mengajar
anak-anak desa Tasik Seminai untuk belajar Al-quran dan didikan shubuh
|
Meningkatkan
semangat anak-anak untuk belajar ilmu agama dan mengaji
|
Kelompok
|
Anak-anak
|
-
|
-
|
Kukerta
UR
|
10.
|
Mengajar
ke instansi-instansi sekolah yang berada di desa Tasik Seminai
|
Membantu
tenaga pengajar sekolah dalam memberikan materi belajar
|
Kelompok
|
Pelajar
|
-
|
-
|
Kukerta
UR
|
11.
|
Membagikan
masker gratis kepada pengendara sepeda motor di Jalan raya
|
Adanya
bencana kabut asap di Riau dan mengingatkan bahaya asap tersebut dan
pentingnya menjaga kesehatan
|
Kelompok
|
Masyarakat/pengendara
motor
|
-
|
-
|
Kukerta
UR
|
12.
|
Mengaktifkan
kembali gotong-royong warga desa Tasik Seminai
|
Meningkatkan
semangat warga desa Tasik Seminai dalam hal menjaga kebersihan dan
meningkatkan kekompakkan warga
|
Kelompok
|
Warga
Desa Tasik Seminai
|
-
|
-
|
Kukerta
UR
|
13.
|
Mengadakan
pertandingan bola volly Putera dan Puteri warga Desa Tasik Seminai
|
Meningkatkan
semangat dan sportifitas warga desa Tasik Seminai dalam pertandingan Olahraga
|
Kelompok
|
Warga
Desa Tasik Seminai
|
3.000.000
|
Proposal dan
Sumbangan Warga
|
Kukerta
UR
|
14.
|
Mengadakan
perlombaan MTQ antar Masjid dan Mushola Desa Tasik Seminai
|
Meningkatkan
semangat dan IMTAQ bagi pemuda/i desa Tasik Seminai dalam bidang keagamaan
|
Kelompok
|
Pemuda/i
Desa Tasik Seminai
|
1.500.000
|
Proposal dan
Sumbangan Warga
|
Kukerta
UR
|
15.
|
Mengadakan
perlombaan mewarnai tingkat Taman Kanak-kanak (TK) Desa Tasik Seminai
|
Meningkatkan
ketrampilan, daya pikir dan semangat
|
Kelompok
|
Pelajar
TK
|
600.000
|
Proposal dan
Sumbangan Warga
|
Kukerta
UR
|
16.
|
Mengadakan
perlombaan mewarnai tingkat PAUD di Desa Tasik Seminai
|
Meningkatkan
ketrampilan, daya pikir dan semangat
|
Kelompok
|
Pelajar
PAUD
|
500.000
|
Proposal dan
Sumbangan Warga
|
Kukerta
UR
|
17.
|
Mengadakan
demo masak bersama guru-guru SD
|
Meningkatkan
ketrampilan memasak dan kekompakan dalam mengerjakan sesuatu
|
Kelompok
|
Masyarakat
|
300.000
|
Iuran
Kelompok dan guru SD
|
Kukerta
UR dan Guru SD
|
18.
|
Mengadakan
demo masak bersama warga Desa Tasik Seminai
|
Meningkatkan
keterampilan memasak dan kekompakan dalam mengerjakan sesuatu
|
Kelompok
|
Masyarakat
|
500.000
|
Iuran
Kelompok
|
Kukerta
UR dan Warga Desa Tasik Seminai
|
19.
|
Menggalang
Dana
|
Membantu
pembiayaan dalam bentuk sumbangsih dan partisipasi dari masyarakat desa Tasik
Seminai untuk anggaran program kegiatan
|
Kelompok
|
Warga
Desa Tasik Seminai
|
-
|
-
|
Kukerta
UR
|
20.
|
Mengadakan
perpisahan bersama warga desa Tasik Seminai
|
Menyelenggarakan
penutupan program kegiatan mahasiswa Kukerta UR sekaligus perpisahan bersama
warga dan tokoh masyarakat
|
Kelompok
|
Mahasiswa
dan warga Desa Tasik Seminai
|
1.500.000
|
Proposal dan
Sumbangan Warga
|
Kukerta
UR
|
E.
MASALAH
YANG DITEMUI DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN
Di
dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini, adapun masalah atau hambatan
yang kami temui yaitu antara lain:
1. Munculnya
kabut asap yang mencemarkan udara di Desa Tasik Seminai yang menyebabkan lemahnya
aktivitas warga dan melumpuhkan aktivitas anak-anak khususnya para pelajar. Sehingga
jenis program kegiatan yang telah dirancang yang memiliki sasaran terhadap
pelajar atau anak-anak harus tertunda dari waktu yang telah ditentukan
2. Adanya
keterbatasan dana dalam mendukung tercapainya program kegiatan sehingga
membutuhkan rentang waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan dana yang
dibutuhkan.
3. Di
dalam jenis program bimbingan belajar (bimbel) masih sangat terlihat lemahnya
minat belajar siswa/i yang ada di desa Tasik Seminai. Sehingga siswa/i atau
anak-anak yang ikut serta dalam bimbingan belajar masih di bawah jumlah target
yang diperkirakan.
4. Di
dalam jenis program penanaman apotek hidup, hambatan yang ditemui adalah
buruknya cuaca (musim kemarau) yang berkepanjangan mengakibatkan kurangnya kualitas kesuburan tanah yang akan
ditanami tanaman apotek hidup.
5. Keterbatasan
sumber daya listrik yang mengakibatkan ketidak efektifan dalam menyelenggarakan
program kegiatan khususnya dalam hal administrasi.
6. Turunnya
hujan di Desa Tasik Seminai menyebabkan tertundanya pertandingan bola voli.
Sehingga jenis program kegiatan yang telah dirancang yang memiliki sasaran
terhadap masyarakat di desa Tasik Seminai harus tertunda dari waktu yang telah
ditentukan.
7. Dikarenakan
terjadi miss communication antara
murid dengan tenaga pengajar/guru sehingga menyebabkan murid yang hadir tidak
mencapai sasaran yang diinginkan. Sehingga perlombaan mewarnai untuk tingkat
Taman Kanak-Kanak (TK) dan PAUD tertunda pelaksanaannya dari waktu yang telah
ditetapkan.
8. Munculnya
kabut asap yang mencemarkan udara di desa Tasik Seminai menyebabkan lemahnya
aktifitas mahasiswa di dalam penggalangan dana. Selain dikarenakan kabut asap, di
dalam aktifitas penggalangan dana juga dikarenakan keterbatasan transportasi
serta turunnya hujan yang tidak terduga. Hal ini menyebabkan kegiatan
penggalangan dana harus tertunda dan memakan waktu yang cukup lama.
F.
ALTERNATIF
PEMECAHAN MASALAH
Berdasarkan
permasalahan yang telah dijumpai pada saat melaksanakan program kegiatan Kuliah
Kerja Nyata (Kukerta), maka adapun alternatif pemecahan masalah yang kami
lakukan adalah:
1. Pada
saat terjadi bencana kabut asap yang tebal, alternatif pemecah masalah yang
kami lakukan yaitu menggantikan jadwal kegiatan pada hari yang telah
ditentukan, mendahulukan program kegiatan di dalam ruangan (in door) dibandingkan kegiatan di luar
ruangan (out door).
2. Alternatif
pemecahan masalah keterbatasan biaya, kami memilih jalan dengan cara mencari
atau meminta bantuan warga desa Tasik Seminai untuk memberikan
sumbangsih/donasi seikhlasnya dan mengajukan permohonan proposal ke
instansi-instansi swasta dan pemerintah untuk melancarkan program kegiatan yang
telah kami rancang.
3. Alternatif
pemecahan masalah mengenai cuaca buruk (musim kemarau) dalam program kegiatan
apotek hidup yaiu dengan cara mengatur jadwal untuk menyiram tanaman setiap
harinya dan penanggung jawab hal ini adalah mahasiswa Kukerta.
4. Di
dalam pertandingan bola voli, alternatif pemecahan masalahnya adalah dengan
menggantikan hari lain/ hari berikutnya untuk melanjutkan pertandingan yang
tertunda.
5. Masalah
perlombaan mewarnai tingkat TK dapat diatasi dengan menggantikan hari
berikutnya karena menimbang jumlah peserta yang kurang memadai.
6. Begitu
juga dengan cuaca yang kurang bersahabat dalam penggalangan dana, maka kami
juga menggantikan hari-hari berikutnya untuk mendatangi rumah-rumah warga dan
transportasi yang kami gunakan adalah pinjaman dari warga sekitar.
G.
HASIL
LOKAKARYA
Berdasarkan
hasil Lokakarya yang telah diselenggarakan pada Kamis, 03 April 2014 yang
bertempatkan di Aula Kantor Camat Koto Gasib, bahwa kami yang berstatus
Mahasiswa Kukerta Universitas Riau yang ditempatkan di Desa Tasik Seminai
Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak mengambil kesimpulan dari hasil persentasi
maupun tanggapan dari pelaksanaan Loka Karya, adapun hasil dari pelaksanaan
Lokakarya tersebut adalah antara lain:
1. Kuliah
Keja Nyata (Kukerta) merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mempraktekkan ilmu,
menerapkan hasil penelitian, dan
mengabdikan diri kepada masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa Kukerta harus
benar-benar mempersiapkan diri dan program kegiatan yang akan dilaksanakan
setelah ditempatkan di tengah-tengah masyarakat.
2. Di
dalam Kukerta, program kegiatan dibuat bukan hanya untuk dijadikan sebagai
agenda saja melainkan harus disosialisasikan serta dijalankan atau
diimplementasikan di lingkungan masyarakat dan selalu mengawasi perkembangannya.
3. Mahasiswa
Kukerta harus memiliki karakteristik yang berbeda dengan masyarakat yaitu
dengan membuktikan kegiatan-kegiatan yang lebih ilmiah yang jarang ditemukan
dan dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Karena kebanyakan pada umumnya
mahasiswa Kukerta hanya fokus ke dalam kegiatan penyuluhan, perlombaan, atau
kegiatan lainnya yang biasa dilakukan oleh masyarakat. Padahal jika dipikirkan
secara ilmiah program kegiatan Mahasiswa Kukerta lebih banyak.
4. Di
dalam pelaksanaan Kukerta diharapkan mahasiswa harus memperhatikan dan mengenal
tentang budaya, sejarah, maupun adat-istiadat dari daerah yang menjadi tempat
pelaksanaan Kukerta bagi mahasiswa tersebut. Karena hal tersebut dapat
dijadikan sebagai salah satu sudut pandang mahasiswa dalam melaksanakan ataupun
membuat program kegiatan.
5. Di
dalam pelaksanaan Kukerta diharapkan mahasiswa tidak menjadikan Kukerta ini
sebagai ajang pencarian nilai saja, melainkan dapat dijadikan sebagai suatu
bentuk pengimplementasian ilmu dan penelitian dan sebagai bentuk pengabdian
mahasiswa kepada masyarakat setelah mendapatkan ilmu dari dosen di kampus,
sehingga dapat menambang wawasan dan pengalaman bagi mahasiswa.
6. Diharapkan
di dalam pelaksanaan Kukerta ini, mahasiswa dapat merancang dan melaksanakan
program kegiatan yang dapat memberikan perkembangan ekonomi dan sumber daya
yang ada di desa maupun di daerah yang ditempati.
7. Kedisiplinan
di dalam pelaksanaan Kukerta juga harus diterapkan sebagaimana yang diterapkan
di dalam sistem perkuliahan karena Kukerta juga masih merupakan kegiatan
perkuliahan hanya saja perkuliahan ini dilaksanakan di luar kampus.
8. Di
dalam pembuatan laporan kegiatan harus memperhatikan dan memaparkan kegiatan
yang benar-benar dilaksanakan jangan membuat laporan tanpa ada bukti
pertanggungjawaban.
H.
KESIMPULAN
DAN SARAN
1.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil dari program kegiatan yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa Kukerta
Universitas Riau di desa Tasik Seminai, maka dapat diperoleh kesimpulan yaitu
bahwa program kegiatan yang kami miliki dapat terealisasi dengan baik. Seluruh
rancangan kegiatan pada bulan pertama dan kedua telah kami laksanakan yaitu
dengan jumlah perencanaan kegiatan 20 jenis kegiatan dan seluruhnya dapat kami
realisasikan dengan baik.
Di dalam
perencanaan program kegiatan kami selaku pelaksana berupaya memberikan manfaat
bagi masyarakat pada khususnya dan desa pada umumnya. Selain itu, masyarakat
juga mendukung dan memberikan sambutan positif terhadap pogram kegiatan
tersebut. Terlihat dengan adanya banyak masyarakat yang berperan aktif dalam
pelaksanaan program tersebut.
Namun di samping
itu, kami juga masih menjumpai beberapa hambatan yaitu seperti dalam hal
keterbatasan biaya, faktor cuaca, dan faktor keterbatasan sumber daya.
2.
Saran
Adapun
saran yang dapat kami berikan untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan
kegiatan adalah:
1. Mencari
tahu kelemahan dasar dari hambatan yang ada.
2. Di
dalam bidang pendidikan kami menyarankan kepada seluruh instansi sekolah yang
ada di desa Tasik Seminai untuk lebih meningkatkan kedisiplinan serta sarana
dan prasarana.
3. Memberikan
tugas kepada anak didik pada saat sekolah diliburkan karena kabut asap.
4. Meningkatkan
partisipasi anak-anak dalam hal keagamaan.
5. Meningkatkan
kualitas desa dalam bidang sarana dan prasarana dalam kegiatan ekonomi.
6. Memberikan
motivasi kepada warga ataupun anak-anak untuk semangat belajar dan menuntut
ilmu sampai jenjang yang lebih tinggi, hal ini karena untuk lebih mamajukan
desa Tasik Seminai tentunya.
LAMPIRAN DOKUMENTASI
| Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau |
| Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau |
| Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau |
| Posko KUKERTA Universitas Riau Desa Tasik Seminai Tahun 2014 |
| Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau |






0 comments:
Posting Komentar